Dunia

Korupsi, Taipan Terkaya China Dibui 14 Tahun

Gara-gara kasus penyuapan dan manipulasi saham, ia meringkuk di tahanan.

Selasa, 18 Mei 2010, 20:23 WIB
Heri Susanto, Harriska Farida Adiati
Huang Guangyu, taipan China (guardian.co.uk)

VIVAnews - Mantan orang terkaya China, Huang Guangyu, dijatuhi hukuman 14 tahun penjara karena terbukti terlibat dalam kasus penyuapan, insider trading dan melakukan kesepakatan bisnis secara ilegal, Selasa, 18 Mei 2010.

Pengadilan di Beijing juga mengenakan denda sebesar 600 juta yuan (US$88 juta) terhadap pendiri jaringan perusahaan elektronik ini. Otoritas juga berhak menyita aset senilai 200 juta yuan.

Kantor berita Xinhua, seperti dikutip dari laman stasiun televisi Al Jazeera, menyebutkan bahwa mantan pemimpin perusahaan perangkat rumah tangga Gome ini ditangkap pada November 2008 saat aparat kepolisian menyelidiki kasus manipulasi pasar saham. Dia mundur dari kursi pemimpin Gome pada Januari 2009 dan proses persidangan dimulai bulan lalu.

Huang kini berusia 40-an tahun. Pada 2008, dia memiliki kekayaan senilai US$6,3 miliar sehingga menjadi orang terkaya China pada tahun itu. Dia juga mencapai peringkat pertama sebagai orang terkaya pada 2004 dan 2005.

Setelah kasus ini, Gome berupaya memisahkan diri dari citra Huang. Gome mengganti logo perusahaan, menunjuk pimpinan baru, dan menjual hampir 25 persen saham ke perusahaan ekuitas swasta Amerika Serikat, Bain Capital, dalam kesepakatan senilai US$418 juta pada Juni tahun lalu.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ