VIVAnews - Pihak berwenang Thailand akan memblokir kiriman air bersih, makanan, dan aliran listrik di wilayah-wilayah yang menjadi basis demonstran anti pemerintah di Bangkok. Langkah ini dilakukan untuk membersihkan jalanan dari para pengunjuk rasa, yang sejak pertengahan Maret lalu berdemonstrasi sekaligus "bermukim" di ibukota Thailand itu.
Demikian juru bicara militer, Kolonel Sansern Kaewkamnerd. Dia mengungkapkan bahwa pemblokiran akan berlangsung mulai Rabu tengah malam atau jelang Kamis dini hari, 13 Mei 2010.
Demi mencegah jatuhnya lagi pertumpahan darah, pasukan keamanan tidak akan bergerak menyerbu tempat-tempat yang dikuasai demonstran. Dengan taktik lain, pemerintah mencoba membuat para demonstran tidak betah, yaitu memblokir akses kebutuhan pokok seperti air bersih, makanan, dan listrik.
Sansern mengakui bahwa taktik itu kemungkinan juga membawa dampak yang tidak enak bagi penduduk yang tinggal di sekitar wilayah yang diduduki massa demonstran, yang berjuluk gerombolan kaos merah.
Ini terkait dengan sikap Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva, yang bertekad tidak lagi menawarkan kompromi pada massa anti-pemerintah. Dia telah mengeluarkan instruksi agar demonstran Kaos Merah tersebut ditangani dengan segera.
"Perdana Menteri telah memberikan sejumlah panduan. Besok (hari ini) petunjuk-petunjuk itu akan diterapkan," kata juru bicara pemerintah Thailand, Panitan Wattanayagorn, pada Selasa malam.
Pekan lalu, Abhisit telah mengatakan bahwa dia bersedia menggelar pemilihan umum pada November mendatang, satu tahun lebih cepat dari akhir masa jabatannya. Tawaran tersebut merupakan bagian dari paket rekonsiliasi bila para demonstran bersedia mengakhiri aksi unjuk rasa. (Associated Press) (umi)