VIVAnews - Pengusaha, Mohamed Al Fayed telah menjual Harrods -- pusat perbelanjaan prestisius Inggris -- kepada keluarga Kerajaan Qatar.
Seperti dimuat laman Telegraph, Sabtu 8 Mei 2010, Harrods dilego seharga 1,5 miliar poundsterling.
Akta jual beli yang ditandatangani di Kedutaan Besar Qatar di Inggris, Juma 7 Mei 2010 mengakhiri kekuasaan penuh Al Fayed atas Harrods selama seperempat abad.
Penjualan Harrods diduga sebagai usaha pemulihan hubungan dengan keluarga Kerajaan Inggris -- yang menolak berbelanja di Harrods setelah Al Fayed menuduh suami Ratu Elizabeth, Duke of Edinburgh membunuh putranya, Dodi Al Fayed dan Putri Diana dalam insiden kecelakaan di Paris.
Sumber yang dekat dengan Qatar Holding, perusahaan yang dipimpin Perdana Menteri Qatar mengatakan penjualan Harrods ada kaitannya dengan pemulihan hubungan Al Fayed dengan keluarga Kerajaan Inggris.
"Anda bisa berspekulasi mereka [Al Fayed] sedang mendekat dan memperbaiki hubungan dengan keluarga kerajaan."
Meski telah menjual miliknya, Al Fayed tetap menduduki posisi terhormat di Harrods. Namun, pada usianya yang ke-77, dia memutuskan untuk pensiun dan menghabiskan waktunya bersama cucu-cucunya.
Harrods telah berpindah tangan, namun beberapa hal akan tetap dipertahankan. Misalnya, patung Diana dan kekasihnya, Dodi Al Fayed -- yang jadi atraksi populer di Harrods tetap akan dipajang.
Sumber yang dekat dengan Al Fayed mengatakan, meski pedih melepas Harrods, Al Fayed mengaku tawaran yang diajukan keluarga kerajaan Qatar, 'terlalu baik untuk ditolak'. Al Fayed juga memberi kepastian pada staf Harrods, mereka tidak akan kehilangan pekerjaannya.
Setelah kesepakatan dihasilkan, Predana Menteri Qatar, Sheikh Hamad Bin Jassim Bin Jabr Al-Thani, melakukan tur singkat yang dipandu Al Fayed.
"Ini tempat sejarah. Saya tahu ini penting, tidak hanya bagi orang-orang Inggris tetapi penting bagi pariwisata," kata Al Thani.
Ketika ditanya apakah dia pernah berbelanja di Harrods, dia berkelakar, "Jika Harrods toko memiliki pelanggan seperti saya, kupikir tidak akan untung. Tapi lain halnya jika pelanggannya seperti istri saya." (art)