Dunia

Muncul, Embrio Bintang yang Melebihi Matahari

Embrio itu diperkirakan bisa tumbuh menjadi salah satu bintang terbesar di galaksi

Jum'at, 7 Mei 2010, 11:25 WIB
Renne R.A Kawilarang, Harriska Farida Adiati
Gelembung galaktik RCW 120 (European Space Agency)

VIVAnews - Sebuah calon bintang raksasa dengan massa jauh lebih besar dibanding Matahari di tata surya ini sedang tumbuh dalam sebuah gelembung gas. Gambar embrio bintang tersebut terekam oleh teleskop Herschel milik Badan Luar Angkasa Eropa (ESA).

Menurut laman stasiun televisi BBC, 6 Mei 2010, citra gelembung gas yang disebut RCW 120 itu dirilis beberapa hari menjelang peringatan satu tahun peluncuran teleskop Herschel ke orbit. ESA meluncurkan teleskop Herschel pada 14 Mei 2009.

Detektor inframerah milik Herschel mampu melihat materi bersuhu rendah yang bisa melahirkan bintang. Citra seperti RCW 120 akan membantu menjelaskan bagaimana proses sebuah bintang raksasa terbentuk.

Calon bintang raksasa dalam citra teleskop tersebut tampak seperti sebuah gumpalan putih di tepi bawah gelembung. Embrio itu diperkirakan bisa tumbuh menjadi salah satu bintang terbesar dan yang paling cerah di galaksi dalam ratusan ribu tahun mendatang. 

Calon bintang raksasa tersebut sudah memiliki massa sekitar delapan hingga sepuluh kali lebih besar dibanding massa Matahari, dan dikelilingi begitu banyak material.

Bila lebih banyak gas dan debu berjatuhan di bintang tersebut, objek itu berpotensi menjadi salah satu objek raksasa dalam Galaksi Bima Sakti, dan akan berpengaruh bagi lingkungan sekitarnya.

"Ini merupakan bintang besar yang mengontrol evolusi kimia dan kedinamisan galaksi," terang ilmuwan Herschel, Dr. Annie Zavagno, dari Laboratoire d'Astrophysique de Marseille.

"Ini merupakan bintang besar yang menciptakan elemen berat seperti besi dan elemen-elemen tersebut akan berada di ruang antar bintang. Dan karena bintang-bintang besar mengakhiri hidup mereka dengan ledakan supernova, mereka juga menyuntikkan energi besar ke galaksi," lanjut Zavagno.

Herschel memiliki kemampuan unik yakni mampu melihat proses fisik yang tidak bisa dilakukan teleskop lain. Teleskop Hubble misalnya, tidak bisa melihat secara detail seperti yang dihasilkan Herschel. (ren)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
aw
26/07/2011
2 matahari? bisa" siang terus nih? haha :D
Balas   • Laporkan
icha
04/12/2010
takut sii.... tp yakin ajjjah,,, da rencana besarNya di balik penciptaan bintang baruww tu..
Balas   • Laporkan
rokhi dan kafit
24/11/2010
gak bisa ngomong apa2??coba kita renungkan
Balas   • Laporkan
samsul maarif berbendo ok
24/11/2010
kalau terjadi bisa kiamat nih!hei gue samsul anak mts.at taufiq bogem.tolong beri saya rumah dan uang okreks ha ha ha ha ha
Balas   • Laporkan
johan
06/10/2010
ya klw aq sich ga terlalu peduli karna kiamat datangnya tanpa kita duga, bisa besok, sekarang atw kapanpun. yang penting rajin berdoa, iman yg percaya hanya kepadaNYA, dan slalu takut kepadaNYA. Karna org y takut akan TUHAN akan dikasihiNYA.
Balas   • Laporkan
Faust
22/09/2010
Hmm belum tentu juga akan terjadi bencana> Siapa tahu embrio ini justru berguna buat sumbaer energi baru> Pertumbuhan embrio ini lama kan ?
Balas   • Laporkan
adhiet skc blackmaticfreestyle
28/08/2010
itulah keajaiban allah swt!!!!!!!!!!
Balas   • Laporkan
pamungkas ajiono
26/08/2010
wduh ....,,,..,.,.,.,. q lom merid nic gmna donk.,.,.,.,,,., dah siap g ya nggalin dunia nic. ,. ,. ,., .,. ., *_* *_*
Balas   • Laporkan
windi agustin
24/08/2010
bla bla bla
Balas   • Laporkan
bad boy
20/08/2010
baru 2,,,, pilem gokong aja ada 9 matahari ga knp2.... heheheheeee...
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ