Dunia

Abhisit Janji Pembubaran Parlemen September

"Kalau mereka tidak pulang, saya tidak akan membubarkan Parlemen," kata Abhisit.

Kamis, 6 Mei 2010, 17:27 WIB
Umi Kalsum, Harriska Farida Adiati
Abhisit Vejjajiva PM Thailand Terpilih (AP Photo)

VIVAnews - Perdana Menteri Thailand, Abhisit Vejjajiva, menawarkan pembubaran parlemen pada September mendatang. Pembubaran akan dilakukan bila massa demonstran Kaos Merah mengakhiri aksi unjuk rasa mereka di distrik-distrik komersial kota Bangkok, Kamis 6 Mei 2010.

"Kalau mereka tidak pulang, saya tidak akan membubarkan Parlemen," kata Abhisit dalam sebuah wawancara langsung di stasiun televisi ASTV. Media lain di Thailand mengutip pernyataan Abhisit bahwa pembubaran parlemen akan dilakukan antara tanggal 15 hingga 30 September.

"Saya ulangi, saya tidak bernegosiasi dengan siapapun," kata Abhisit dalam wawancara. Dia menambahkan, mengundang tiap orang dalam proses rekonsiliasi yang telah diumumkan pada Senin lalu, termasuk para pemrotes.

Sementara itu, para pemimpin massa Kaos Merah menuntut skenario kebalikannya. "Mustahil bagi demonstran untuk membubarkan diri sebelum pemerintah mengumumkan pembubaran Parlemen," kata seorang pemimpin aksi, Nattawut Saikua. "Kesepakatan timbal balik perlu dicapai terlebih dulu," lanjutnya.

Abhisit mencatat bahwa pemimpin aksi sebelumnya menyambut baik rencana rekonsiliasi yang juga memasukkan tawaran penyelenggaraan pemilihan umum pada 14 November, sekitar satu tahun sebelum masa jabatan Abhisit berakhir, bila demonstran mengakhiri aksi unjuk rasa mereka.

Krisis politik berkepanjangan selama hampir dua bulan di Thailand telah melumpuhkan area-area vital di Bangkok serya mengganggu perekonomian. Bentrokan antara aparat keamanan dengan demonstran serta aksi kekerasan lain telah menewaskan 27 orang orang dan melukai hampir seribu orang. (Associated Press) (hs)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
diky
07/05/2010
duka d thailand duka untuk asean
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ