VIVAnews - Pasukan khusus Amerika Serikat (AS) di Afganistan tak sengaja menembak mati enam polisi lokal dan melukai 11 lainnya, Rabu dini hari 10 Desember 2008 waktu setempat. Menurut keterangan militer AS, kecelakaan tersebut terjadi akibat salah paham setelah polisi lokal menembaki pasukan AS dalam suatu operasi memburu milisi Taliban.
Peristiwa naas itu berlangsung setelah pasukan khusus AS membunuh seorang milisi bersenjata di Qalat, ibukota provinsi Zabul. Merasa ditembaki lawan, pasukan AS juga membalasnya dengan berondongan peluru. Tak lama kemudian, mereka baru mengetahui bahwa yang menjadi sasaran adalah polisi Afganistan, sekutu mereka.
"Pasukan koalisi menyatakan penyesalan yang mendalam atas penembakan salah sasaran tersebut," kata juru bicara militer AS di Afganistan, Kolonel Jerry O'Hara. "Laporan awal menyebutkan bahwa kasus tragis ini adalah salah paham," kata O'Hara.
Deputi Gubernur Zabul, Gulab Shah Alikhail, menuturkan bahwa polisi lokal saat itu mengira bahwa wilayah mereka diserang Taliban. Mereka tidak tahu kalau pasukan khusus AS saat itu sedang melakukan operasi. Mereka sadar bahwa yang dihadapi adalah pasukan AS saat ditembaki sebuah helikopter yang menghancurkan sebuah pos keamanan setempat.
Menurut wakil kepala kepolisian Zabul, Gilani Khan, tembakan pasukan AS juga menghancurkan atap kantor polisi dan merusak sebuah rumah. "Patut disayangkan bahwa pasukan khusus [AS] tidak memberitahu polisi setempat bahwa mereka saat itu sedang menuju ke wilayah tersebut," kata Alikhail.
Militer AS mengakui enggan memaparkan rencana penyerbuan tersebut ke pihak keamanan setempat karena khawatir informasinya bisa bocor ke tangan musuh sehingga bisa kabur. Namun militer AS tidak menyebutkan apakah serangan yang merenggut nyawa polisi tersebut sukses membunuh komandan Taliban.
Peristiwa serupa beberapa kali terjadi antara pasukan koalisi AS dan NATO (Organisasi Pertahanan Atlantik Utara) dengan pihak keamanan Afganistan saat memburu milisi Taliban dan pimpinan serta anggota jaringan teroris al-Qaidah. Bahkan beberapa waktu lalu 200 ekor domba ditembak mati helikopter NATO karena disangka Taliban. (AP)