VIVAnews - Mantan Perdana Menteri (PM) Thailand, Thaksin Shinawatra, mengatakan pada para pendukungnya bahwa sekarang merupakan saat yang tepat bagi kelompok pergerakan Kaos Merah untuk menerima tawaran rekonsiliasi PM Abhisit Vejjaiva.
Namun, dengan segera Thaksin menambahkan bahwa hal itu terserah pada kelompok Kaos Merah apakah akan menerima tawaran dari Abhisit.
Hal tersebut dikatakan Thaksin, buronan pemerintah Thailand, melalui sambungan telepon pada para anggota parlemen dari partai oposisi, Pheu Thai Party, Selasa 4 Mei 2010. Dalam kesempatan tersebut, wartawan juga diperbolehkan mengajukan pertanyaan pada Thaksin.
Seperti dikutip dari laman harian The Nation, PM Abhisit telah mengumumkan road map menuju perdamaian dan rekonsiliasi pada Senin malam kemarin. Abhisit mengatakan, pemilihan umum akan digelar pada 14 November mendatang.
"Terserah pada Kaos Merah apakah akan menerima tawaran PM. Ini tidak berkaitan dengan saya," kata Thaksin. "Semuanya kini jauh berada di luar jangkauan saya. Saya hanyalah bagian kecil dalam gerakan Kaos Merah ini," lanjutnya.
Thaksin juga mencatat bahwa naskah road map yang dibacakan Abhisit merupakan hasil pemikiran orang lain, terutama untuk faktor ketiga dari road map tersebut. Faktor ketiga tersebut menyatakan bahwa media massa, meski memiliki asas kebebasan, harus memiliki mekanisme untuk mencegah timbulnya sikap saling membenci dan menyebabkan konflik politik.
Thaksin juga mengatakan bahwa dia berada dalam kondisi baik dan menganggap hari Rabu besok, bertepatan dengan Coronation Day, merupakan saat tepat untuk melakukan rekonsiliasi. Dia juga berharap, pembicaraan melalui telepon tersebut akan mengakhiri rumor yang menyebut Thaksin telah meninggal. (hs)