Dunia
Krisis Politik Thailand

Rumah Sakit Di Bangkok Diserbu Demonstran

Selama lebih dari sebulan, aksi unjuk rasa di Bangkok sudah tewaskan 27 orang

Jum'at, 30 April 2010, 11:27 WIB
Renne R.A Kawilarang, Harriska Farida Adiati
Pasien terpaksa diungsikan dari rumah sakit yang diserbu demonstran (AP Photo/Sakchai Lalit)

VIVAnews - Krisis politik di Thailand belum juga usai. Setelah kawasan bisnis di Bangkok lumpuh, kini rumah sakit menjadi sasaran pertempuran antara demonstran anti pemerintah dengan pasukan keamanan. Para pasien pun terpaksa diungsikan.

Sebuah rumah sakit terkemuka di Bangkok, Thailand, mengevakuasi seluruh pasien dan menunda pelaksanaan operasi, Kamis malam, 29 April 2010.

Pasalnya, massa anti-pemerintah yang bermarkas di kawasan dekat rumah sakit menyerbu rumah sakit untuk memburu personel keamanan yang mereka duga ditempatkan di kompleks tersebut.

Demonstran anti-pemerintah yang disebut kelompok Kaos Merah tersebut menyerbu Rumah Sakit Chulalongkorn, meski direktur rumah sakit telah memohon agar aksi tersebut dihentikan. Massa kemudian mundur setelah gagal menemukan seorangpun petugas kepolisian atau militer di kompleks rumah sakit.

Kelompok Kaos Merah yang telah melakukan unjuk rasa sejak 12 Maret pernah menyerbu gedung parlemen, mengambil alih kompleks telekomunikasi, memblokade jalanan, dan melakukan unjuk rasa besar-besaran di ibukota Bangkok. Sedikitnya 27 orang tewas sejak Maret lalu, dan hampir seribu orang mengalami luka akibat kericuhan.

Pasukan keamanan hampir tidak pernah bisa menghentikan penyerbuan massa Kaos Merah ke fasilitas umum, termasuk saat mereka memburu petugas di rumah sakit umum berusia ratusan tahun tersebut.

Namun, salah seorang pemimpin Kaos Merah yang juga berprofesi sebagai dokter, Weng Tojirakarn, menyatakan permohonan maaf atas aksi yang dilakukan oleh 100 demonstran tersebut. Dia menyebut penyerbuan ke rumah sakit tersebut sebagai tindakan yang tidak tepat, berlebihan, dan tidak beralasan.

Kemarin, kelompok Kaos Kuning yang pernah mengepung dua bandara di Bangkok selama satu pekan pada 2008, menuntut agar militer bertindak tegas untuk mengakhir aksi anarki demonstran Kaos Merah. (Associated Press)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ