Dunia

AS Rangkul Para Wiraswasta Muslim

Konferensi dua hari itu bertujuan mengingatkan kembali janji Obama di Mesir tahun lalu

Selasa, 27 April 2010, 11:24 WIB
Renne R.A Kawilarang, Harriska Farida Adiati
Peserta KTT Kewirausahaan mendengar pidato Presiden AS, Barack Obama (AP Photo/Haraz N. Ghanbari)

VIVAnews - Presiden Barack Obama kembali menegaskan komitmen Amerika Serikat (AS) untuk menjalin awal baru dengan dunia Muslim. AS bertekad tidak berhenti mengupayakan perdamaian di Timur Tengah, mengurangi aksi kekerasan oleh kelompok militan, sekaligus meningkatkan pembangunan ekonomi.

Demikian disampaikan Obama saat berpidato di Konfrensi Tingkat Tingggi (KTT) Kewirausahaan yang dihadiri para pebisnis maupun wiraswasta Muslim mancanegara di Washington DC, Senin malam waktu setempat.

"Saya tahu bahwa visi ini tidak akan terpenuhi dalam satu tahun saja, atau bahkan beberapa tahun. Namun saya tahu kita harus memulai dan bahwa kita semua memiliki tanggung jawab untuk memenuhi visi tersebut," kata Obama seperti dikutip laman harian The New York Times.

Konferensi dua hari tersebut bertujuan mengingatkan kembali janji Obama saat berpidato di Kairo, Mesir, tahun lalu. Saat itu, Obama berjanji untuk lebih berupaya mendongkrak pembangunan ekonomi dan mendukung relasi bisnis antara Amerika Serikat dengan negara-negara Muslim.

"Begitu banyak yang bisa kita lakukan bersama, dalam kemitraan, untuk mengembangkan peluang dan kesejahteraan di negara kita," kata Obama. Dia menambahkan akan lebih fokus pada perundingan mengenai kerja sama bisnis.

Obama juga mengumumkan sejumlah upaya, termasuk program pertukaran bagi perempuan ahli dalam bidang teknologi dan bagi para pakar teknologi dari Silicon Valley untuk berbagi keahlian. Menurut Obama, anggaran inovasi dan teknologi global yang diupayakan pemerintah AS berpotensi memobilisasi lebih dari US$2 miliar modal swasta.

"Awal baru yang kita cari tidak hanya mungkin terwujud, tetapi telah dimulai," kata Obama dengan menggunakan bahasa yang digunakannya dalam pidato di Kairo tahun lalu.

Fokus pada pengembangan bisnis menunjukkan strategi pemerintahan Obama yang berusaha memperluas pembicaraan dengan negara muslim di luar isu terorisme yang mendominasi era Presiden George Bush.

Namun, saat berbicara di hadapan 250 pelaku bisnis dari sekitar 50 negara, Obama juga menyinggung isu-isu panas antara AS dengan dunia muslim yang diakui Obama sering menjadi sumber ketegangan, seperti proses perdamaian Israel-Palestina, perang Irak, Afganistan, dan Pakistan.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ