Dunia

Aura Kematian di Hutan Bunuh Diri Aokigahara

Jika jasad orang bunuh diri tak ditemani tidur. Rohnya akan berteriak dan berpindah tempat

Jum'at, 9 April 2010, 16:26 WIB
Elin Yunita Kristanti
Hutan Aokigahara (www.insanetwist.com)

VIVAnews - Di kaki Gunung Fuji, Jepang terdapat sebuah hutan seluas 32 kilometer persegi. Hutan itu bernama Aokigahara. Saking lebatnya, hutan itu dijuluki 'lautan pohon'.

Hutan Aokigahara memiliki bebatuan yang indah dan gua-gua es yang beberapa diantaranya jadi destinasi wisata populer.

Namun, bukan itu yang paling menarik dari hutan itu. Tapi, fakta bahwa Hutan Aokigahara adalah tempat populer untuk bunuh diri.

Popularitas Hutan Aokigahara menjadi tempat bunuh diri diperkuat sebuah novel top 'Koroi Jukai' karya Seicho Matsumoto. Novel yang terbut 1960 menceritakan tentang dua orang yang dimabuk cinta berkomitmen menakhiri nyawa demi cinta di hutan tersebut.

Namun, sejarah Aokigahara sebagai tempat bunuh diri jauh sebelum novel itu beredar. Aura kematian sudah lama tercium dari hutan tersebut. Ritual ubasute -- menyepi hingga ajal-- dilakukan di hutan itu sejak abad ke 19.

Aokigahara bahkan disebut-sebut punya kaitan historis dengan setan atau hantu dalam mitologi Jepang.

Sejak tahun 1950, lebih dari 500 orang mengakhiri nyawanya di hutan ini, atau rata-rata 30 orang tiap tahun.

Pada tahun 2002, 78 mayat ditemukan gantung diri dan membusuk di hutan ini. Jumlah itu mengalahkan rekor sebelumnya, yakni 73 mayat pada 1998.

Pada 2003, jumlah bunuh diri naik menjadi 100 -- di tahun itulah pemerintah memutuskan menutup rapat-rapat informasi jumlah orang bunuh diri, untuk menurunkan popularitas Aokigahara sebagai lokasi bunuh diri.

***

Tingginya angka bunuh diri memicu pemerintah memasang papan imbauan larangan bunuh diri. Sejak tahun 1970, dibentuk tim yang terdiri dari polisi, relawan, dan jurnalis yang bertugas menyusur hutan mencari mayat-mayat.

Namun, kerja tim tersebut kalah berat ketimbang pekerja hutan. Merekalah yang bertugas membawa mayat dari hutan ke pos penjagaan hutan.

Tubuh mayat -- yang kadang sudah membusuk -- diletakkan di kamar khusus untuk para korban bunuh diri.

Para pekerja itu lalu hom-pim-pa, siapa yang kalah akan diberi tugas khusus -- tidur di ruangan bersama jenazah. Hah?

Sebab, diyakini akan berakibat buruk jika jenazah ditinggalkan sendirian. Arwah penasaran jenazah itu, 'yurei' akan menjerit-jerit sepanjang malam. Tak hanya itu, jenazah itu akan berpindah dengan sendirinya.

Segala upaya dilakukan untuk menghentikan bunuh diri di Hutan Aokigahara. Salah satunya memasang CCTV dan melacak orang yang akan menuju hutan angker tersebut.

"Terutama di Bulan Maret, akhir tahun fiskal. Lebih banyak orang datang ke Aokigahara karena buruknya kondisi ekonomi," kata pegawai pemerintahan Prefektur Yamanashi, Imasa Watanabe.

***

Popularitas Hutan Aokigahara kembali mencuat setelah rilis film 'Jyukai -- Lautan pohon di balik Gunung Fuji' karya sutradara Takimoto Tomoyuki.

Film itu bercerita tentang empat orang yang memutuskan mengakhiri hidupnya di Aokigahara.

Sutradara Takimoto sesumbar menemukan uang US$ 3.760 di sebuah dompet yang diduga milik orang yang bunuh diri.

Pernyataan Takimoto memicu rumor bahwa Aokigahara adalah 'surga' bagi para pemulung yang memunguti harta tertinggal milik korban bunuh diri. Apalagi, beberapa orang mengklaim menemukan kartu kredit, tiket kereta api berlangganan, dan surat izin mengemudi milik si mati.

Pada Maret 2009, kantor berita CNN memberitakan Hutan Aokigahara. Dalam berita tersebut, Aokigahara disebut sebagai tujuan bagi orang-orang yang tertekan dan tidak kuat menanggung realita hidup.

Angka kematian akibat bunuh diri di negara matahari terbit ini memang luar biasa -- terutama saat kondisi ekonomi mengalami penurunan.

Ada 2.645 kasus bunuh diri tercatat pada bulan Januari 2009, naik 15 persen dari 2.305 pada Januari 2008. Paling banyak adalah kelas pekerja.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
VeeJeez
05/09/2010
Wah ... Gila... Bunuh Diri Ampe Di Hutan Gitu ... Mana Banyak Pula Yg Bunuh Diri ....... Klu jd Tukang Karcis Enak Kali Ya ...?! Banyak Dpt Duit ...
Balas   • Laporkan
syarifa
05/09/2010
budaya jepang yg belum hilang di jaman yg udah modern apalgi jepang yg negaranya sangat maju. Setau aq mereka bunuh diri karena ras malu atas kesalahan mereka...contoh yg bagus sih buat para koruptor khususnya indonesia tp nmnya bunuh diri tu te2p ja dosa
Balas   • Laporkan
arema jabar
12/05/2010
perlu ditiru tuh di indonesia biar nggak kebanyakan orang yg nganggur & nggak berguna !! lumayan kalau perlu masukkan program pemerintah untuk mengurangi pengangguran,!!!?? apalagi kalau yg bunuh diri para koruptor pasti lebih bagus lagi buat negara ini
Balas   • Laporkan
bunda azzaaa
12/05/2010
ternyata negara semaju jepang za masih banyak rakyatnya yang berpikiran sempit dengan mengakhiri masalah pake bunuh diri,, gmana dg indonesiaaaaa!!!!!!
Balas   • Laporkan
farid
09/05/2010
iiiihhhhh. parahhhhh.......
Balas   • Laporkan
via
07/05/2010
hara kiri....budaya jepang dari jaman dulu....
Balas   • Laporkan
omellete girl
30/04/2010
hiiiii sereeem dengernya ah!! bunuh diri kok gampang bgd smpe beratus2 gt..
Balas   • Laporkan
omellete girl
30/04/2010
hiiiiiiii sereeeeeem!!! bunuh diri kok gmpang bener smpe beratus2 gt...
Balas   • Laporkan
kadar
30/04/2010
bikin loket masuk, yg mau bunuh diri byr dulu klu mau masuk. lumayan buat pendapatan pemda disana...
Balas   • Laporkan
VIDIE
29/04/2010
kisah inspiratif................tapi kok mesti bunuh diri gitu ya...................
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ