Dunia

Lukisan Tentang Yesus Tidak Sesuai Fakta

Ini berdasarkan 52 lukisan mengenai "Perjamuan Akhir" yang dibuat tahun 1000 - 2000

Rabu, 24 Maret 2010, 13:01 WIB
Renne R.A Kawilarang, Harriska Farida Adiati
Prof. Brian Wansink dan lukisan Perjamuan Akhir yang dia teliti (AP Photo/Cornell University, Jason Koski)

VIVAnews - Suatu tim peneliti di Amerika Serikat (AS) mengungkapkan penemuan yang menggemparkan terkait puluhan lukisan bertema suatu peristiwa sakral bagi umat Kristiani.

Peristiwa yang dimaksud adalah "Perjamuan Akhir," yang digambarkan dalam puluhan lukisan, yang dibuat dalam kurun waktu 1.000 tahun.

Menurut tim peneliti, para pelukis - termasuk seniman legendaris Leonardo Da Vinci - ternyata melakukan kesalahan yang sama dalam melukis suasana perjamuan antara Yesus Kristus dan para murid sebelum dia disalib.

Kesalahannya, para pelukis tampaknya memperbesar ukuran makanan dan piring dari ukuran yang sebenarnya kendati karya-karya mereka dibuat dalam kurun waktu yang berbeda.

Penemuan atas kesalahan berjama'ah para pelukis "Perjamuan Akhir" itu dipublikasikan dalam artikel di sebuah jurnal medis International Journal of Obesity, yang diterbitkan Selasa, 23 Maret 2010, atau beberapa hari sebelum peringatan Jumat Agung dan Hari Paskah.

Memanfaatkan teknologi komputer, para peneliti membandingkan ukuran makanan dengan ukuran kepala dalam 52 lukisan Perjamuan Akhir. "Kalau seni merupakan imitasi kehidupan, kita berarti dalam masalah," kata para peneliti menyimpulkan.

Berdasarkan puluhan lukisan yang dibuat antara tahun 1000 hingga 2000, ukuran hidangan utama bertambah 69 persen; ukuran piring 66 persen; ukuran roti bertambah 23 persen.

"Penambahan ukuran termasuk dalam fenomena modern, tetapi apa yang kita lihat belakangan ini mungkin hanya bagian paling mencolok dari tren yang telah berlangsung sangat lama," kata Brian Wansink, ilmuwan mengenai makanan dari Cornell University.

Studi ini merupakan ide Wansink. Untuk dikaitkan dengan konteks Alkitab, dia mendapat bantuan dari saudaranya, Craig Wansink, profesor studi religi Virginia Wesleyan College.

Menurut Alkitab, Perjamuan Terakhir terjadi pada malam sebelum Jumat Agung, atau hari ketika Yesus disalib. Namun tidak dijelaskan secara spesifik makanan dan minuman yang disajikan selain roti dan anggur.

"Tidak ada hal lain disebutkan. Mereka tidak mengatakan apakah roti itu adalah kue buah atau kue wortel, meski makanan lain seperti ikan, belut, domba, bahkan babi muncul dalam lukisan-lukisan itu selama bertahun-tahun," kata Brian Wansink. Detail mengenai studi ini akan diterbitkan dalam International Journal of Obesity untuk edisi April.

Sebagai bahan studi, dia menggunakan lukisan yang ditampilkan dalam buku "Last Supper" terbitan tahun 2000 oleh Phaidon Press. Mereka menampilkan lukisan yang mungkin merupakan lukisan paling populer mengenai perjamuan terakhir dari Leonardo da Vinci. Teknologi komputer memungkinkan peneliti melakukan scan, rotasi, dan mengkalkulasi gambar tanpa mempedulikan orientasi dalam lukisan.

"Studi ini bukan merupakan ilmu pengetahuan yang sangat berarti," kata Martin Binks, psikolog kesehatan perilaku dan konsultan dari Duke University Medical Center. "Kita sudah punya contoh nyata dalam kehidupan mengenai meningkatnya ukuran makanan, yang perlu dilakukan hanyalah melihat makanan apa yang dijual di restoran cepat saji," tambahnya. (Associated Press)

• VIVAnews
Rating
Komentar
komeng3
24/04/2011
Biasa kerjaan di pengikut kerajaan kegelapan dari dulu tak pernah puas menyesatkan dan mengejar2 orang kristen.Sampai sekarang selalu cari celah penyesatan..jangan takut kebenaran pasti menang.
Balas   • Laporkan
Laurencia Agnes
02/08/2010
Waw.. that's amazing.. ternyata lukisan yang selama kita percaya, SALAH BESAR. wah wah.. ini bukti bahwa ajaran yang banyak dirubah, termasuk lukisan,, merubah ayat isi alkitab..
Balas   • Laporkan
Nico
21/04/2010
Sterss kali yah.. gag ada kerjaan.. mau roti sebesar kepala.. atau sekecil kuku lah... gag ada masalah kali..
Balas   • Laporkan
bogel
21/04/2010
wah.. masalah ginian aja digede-gedein.. kurang kerjaan.. namanya juga seniman pastinya berdasarkan imajinasi.. gak mungkin pake ngukur2 piring segala..
Balas   • Laporkan
(sambil mengelus dada) kok orang berpendidikan dan tau norma kok ya masih bahas ky bgini tow??? Ati-ati,... ini bisa di gugat secara hukum... atas pelecehan suatu agama. NB: bagi editor.,,, mohon lebih teliti.
Balas   • Laporkan
Jatmiko Adi Nugroho
14/04/2010
(sambil mengelus dada) kok orang berpendidikan dan tau norma kok ya masih bahas ky bgini tow??? Ati-ati,... ini bisa di gugat secara hukum... atas pelecehan suatu agama.
Balas   • Laporkan
Fulan
04/04/2010
gw pikir Gambar Tuhan Yesus yang tidak sesuai fakta ternyata makanannya.wakaka asli gw ngakak baca artikel ini.hihihi....
Balas   • Laporkan
F. Bogel
02/04/2010
Koq apa2nya makin diteliti , makin nyimpang jauh
Balas   • Laporkan
tulus
01/04/2010
memang, segala hal tentang Yesus Kristus selalu menjadi hal menarik diteliti jaman demi jaman, generasi lepas generasi.Yesus memang sangat layak untuk dikenal oleh siapa saja.
Balas   • Laporkan
tulus
01/04/2010
memang, segala hal tentang Yesus Kristus selalu menjadi hal menarik diteliti jaman demi jaman, generasi lepas generasi.Yesus memang sangat layak untuk dikenal oleh siapa saja.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ