Dunia

Inilah Sebab Obama 2 Kali Urung ke Indonesia

Bersama politisi Demokrat di Kongres, Obama memperjuangkan pengesahan UU Layanan Kesehatan

Jum'at, 19 Maret 2010, 11:15 WIB
Renne R.A Kawilarang
  (AP Photo)

VIVAnews - Demi meloloskan undang-undang (UU) layanan kesehatan di Kongres Amerika Serikat (AS), Presiden Barack Obama sampai dua kali menunda lawatan ke tiga tempat, yaitu Guam, Indonesia, dan Australia.

Selain itu, para anggota Kongres dari Partai Demokrat, yang mendukung pemerintahan Obama, Kamis lalu juga menawarkan subsidi asuransi miliaran dolar kepada para konsumen di AS serta menambahkan insentif sebesar US$250 per orang untuk kaum lanjut usia yang harus menebus obat berbiaya tinggi.

Demikian upaya Obama dan Partai Demokrat dalam memperjuangkan UU di Kongres berbiaya US$940 miliar, yang ditentang kubu oposisi dari Partai Republik dan kalangan pebisnis asuransi di Amerika. Rencananya, pengesahan itu akan melalui proses pemungutan suara di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Minggu esok, 21 Maret 2010.

Jadwal voting itulah yang membuat Obama kembali menunda kunjungannya ke luar negeri. Obama berupaya menggunakan waktu di akhir pekan untuk melobi para anggota Kongres yang masih keberatan dengan pengesahan UU itu.

"Pemungutan suara ini akan menjadi sejarah dan kami akan mengupayakan pengesahannya," kata politisi Demokrat merangkap Ketua DPR, Nancy Pelosi. Selama 16 bulan terakhir, pemerintah dan Kongres gencar meramu UU itu yang akan meningkatkan pelayanan kesehatan kepada 32 juta warga yang tidak memiliki asuransi.

UU itu juga membuat pelaku industri asuransi tidak bisa lagi beralasan menolak menanggung biaya kesehatan klien berdasarkan syarat-syarat aneh, yang populer disebut pre-existing medical condition.   

Bagi politisi demokrat, untuk jangka panjang, UU bisa mengurangi defisit anggaran sekitar US$138 miliar dan membawa manfaat bagi hampir setiap warga Amerika dan menyumbang seperenam dari ekonomi AS.

Berdasarkan UU itu, mulai 2014 sebagian besar rakyat Amerika diharuskan membeli asuransi dan bisa dikenakan sanksi bila ada yang menolak. Jutaan keluarga dengan pendapatan hingga US$88.000 per tahun akan menerima bantuan pemerintah untuk mengatasi biaya hidup. Selain itu bisnis-bisnis besar akan dikenakan sanksi bila mereka tidak menawarkan tanggungan asuransi berkualitas baik kepada para pekerja.
 
Usulan peraturan itu mendapat tentangan keras dari kaum Partai Republik yang konservatif. Menurut mereka, kebijakan itu menandakan bahwa pemerintah bakal mengambil alih industri layanan kesehatan, namun biayanya diambil dari pajak dan potongan gaji untuk tunjangan Medicare yang semakin tinggi.

"Rakyat Amerika sudah bilang, 'Stop,' dan mereka sudah berteriak," kata pemimpin oposisi di DPR, John Boehner. Dia menyayangkan adanya laporan bahwa Obama konon memberi tahu kepada para politisi dari kalangan Hispanik bahwa pemerintahan dia tergantung dari disahkannya UU itu. "Maaf, Pak Presiden, ini bukan mengenai Anda," kata Boehner. (Associated Press)

• VIVAnews
Rating
Komentar
Antonius Pancasila
19/03/2010
Best care of Obama, perlu ditiru walau substansi belum kita tahu namun intinya kesejahteraan rakyat by social protection
Balas   • Laporkan
jANKRIK
19/03/2010
Ya sebiknya usia pensiun 55 tahun atau 58 tahun sudah harus ditangung oleh pemerintah untuk para pekerja harian seperti tukang becak kuli bangunan dll yg tidak memiliki pensiun atau assuransi. Dari pada BLT dikasihkan ama yg sehat2 Ok
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ