Dunia

Harapan Obama Palsu Kepada Obama Asli

"Kita sambut dia sebagai orang kampung yang merantau," kata Ilham Anas

Kamis, 18 Maret 2010, 08:41 WIB
Renne R.A Kawilarang, Harriska Farida Adiati
Foto perbandingan Ilham Anas dan Barack Obama (AP Photo)

VIVAnews - Ilham Anas, pria yang disebut-sebut berwajah mirip dengan Barack Obama, berharap presiden Amerika Serikat (AS) itu bisa merealisasikan keinginannya menyambangi Indonesia.

Ilham yang ditemui di sela-sela pesta penyambutan Obama yang digelar komunitas "Friends of Obama," di Jakarta Rabu malam, 17 Maret 2010. Pesta itu diadakan seminggu sebelum jadwal kedatangan Obama ke Indonesia, yaitu 23-25 Maret 2010.

"Kalau saya punya kesempatan bertemu Obama, saya akan bilang 'Selamat datang di Indonesia, semoga Anda bisa jadi PR (public relation) Indonesia, semoga Anda bisa berhasil sebagai presiden, berhasil merealisasikan apa yang diucapkan saat kampanye," kata pria berusia 36 tahun ini.

Fotografer majalah Hai, yang menolak tawaran bermain dalam sinetron ini, juga merasa perlu untuk menyambut Obama "Kita sambut dia sebagai orang kampung yang merantau," kata Ilham.

Sedangkan Effendi, guru Obama saat masih duduk di bangku kelas 3 di Sekolah Dasar Besuki (Menteng), ingin memberikan kenang-kenangan pada Obama bila mereka bisa bertemu. "Saya mau bilang selamat datang dan mau memberikan sesuatu," kata Effendi yang masih merahasiakan wujud hadiah tersebut.

Yang pasti, Effendi sangat berharap bisa bertemu mantan muridnya tersebut. "Setelah 40 tahun tidak bertemu, saya berharap sekali bisa bertemu," katanya sambil menunjukkan foto Obama bersama teman-teman sekelas. Sayangnya hingga kini belum ada kepastian apakah Obama benar akan mengunjungi salah satu bekas sekolahnya tersebut karena agendanya masih berubah. 

Namun, Effendi juga mengaku kecewa karena istri dan anak-anak Obama batal ikut serta. "Padahal selain ingin bertemu Barry, saya juga ingin ketemu keluarganya," lanjut guru yang pernah mengajar di beberapa sekolah internasional ini.

Mengenai aksi penolakan kedatangan Obama oleh sejumlah kelompok, Effendi mengatakan, "Saya tidak tahu politik secara detail. Orang ada yang senang sama dia, ada yang tidak. Seperti (Presiden) SBY, ada yang senang ada yang tidak," kata Effendi tanpa berkomentar lebih jauh.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ