Dunia

Harga Minyak Kini Mendekat ke US$83/barel

Kenaikan stok minyak mentah di AS ternyata lebih rendah dari proyeksi sebelumnya

Kamis, 18 Maret 2010, 07:56 WIB
Renne R.A Kawilarang
Reaksi para pialang di New York melihat pergerakan harga minyak (AP Photo/Mary Altaffer)

VIVAnews - Harga minyak mentah di bursa New York terus melanjutkan reli setelah pemerintah Amerika Serikat (AS) mengungkapkan penurunan stok bahan bakar minyak (BBM). Selain itu jumlah kenaikan stok minyak mentah pun di bawah perkiraan para pengamat.

Menurut laman CNNMoney, berdasarkan transaksi Rabu sore waktu New York (Kamis dini hari WIB), harga minyak light sweet untuk kontrak April naik US$1,23 menjadi US$82,93/barel.

Para investor bereaksi positif mendengar survei mingguan dari Departemen Energi AS bahwa stok minyak mentah hanya naik 1 juta barel, lebih sedikit 900.000 barel seperti yang diperkirakan hasil survei Platts. Selain itu persediaan bensin di AS per pekan lalu turun 1,7 juta barel dan minyak sulingan berkurang 1,5 juta barel. 

Naiknya harga minyak mentah di New York juga dipengaruhi oleh survei dari Departemen Tenaga Kerja AS bahwa Indeks Harga Produsen (PPI) Februari lalu turun lebih besar dari perkiraan, begitu pula dengan PPI inti, atau di luar harga BBM. PPI ini dijadikan barometer untuk memantau inflasi di tingkat grosir.

Data PPI itu menunjukkan bahwa inflasi di AS saat ini masih terkendali. Itulah sebabnya Bank Sentral AS Selasa lalu memutuskan belum perlu menaikkan tingkat suku bunga, yang kini mendekati nol persen.

"Bagi sebagian pelaku pasar, data itu memperkuat keyakinan bahwa resesi telah berakhir dan perjalanan panjang menuju kemakmuran telah dimulai," kata Mike Fitzpatrick, pengamat dari MF Global.    

Para pelaku pasar pun menyambut positif kabar dari OPEC bahwa Kartel Produsen Minyak itu tetap mempertahankan kuota produksi.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ