Dunia

Indeks Saham di Wall Street Terus Cetak Rekor

Kebijakan The Fed yang tidak menaikkan suku bunga masih memberi dampak yang positif

Kamis, 18 Maret 2010, 07:27 WIB
Renne R.A Kawilarang
Para pialang Wall Street bersorak melihat indeks S&P 500 (AP Photo/M. Spencer Green)

VIVAnews - Perlahan tapi pasti. Itulah pola naiknya indeks-indeks harga saham di bursa Wall Street dalam beberapa hari terakhir. Penyebab kenaikan masih dipengaruhi antusiasme para investor atas keputusan Bank Sentral AS, The Fed, yang tidak mengubah tingkat suku bunga, yang kini mendekati nol persen.

Di akhir transaksi Rabu sore waktu New York (Kamis dini hari WIB), indeks harga saham industri Dow Jones naik 47,69 poin (0,5 persen) menjadi 10.733,67. Ini merupakan indeks tertinggi bagi Dow sejak 1 Oktober 2008.

Indeks Standard & Poor's 500 juga naik, yaitu 6,75 poin (0,6 persen) menjadi 1.166,21 - tertinggi sejak 30 September 2008. Begitu pula dengan indeks komposit Nasdaq, menguat 11,08 poin (0,5 persen) menjadi 2.389,09 - rekor terbesar sejak 28 Agustus 2008.

Berlanjutnya reli indeks sebagian disebabkan daftar kekhawatiran para investor tidak bertambah, masih pada masalah klasik seperti tingginya tingkat pengangguran dan defisit anggaran pemerintah.

Bahkan ada beberapa kekhawatiran yang mulai dapat diredakan, seperti krisis utang di Yunani yang kini tengah diatasi. Sebelumnya muncul keresahan di kalangan investor bahwa krisis utang di Yunani bisa menyebar secara global bila tidak segera ditanggulangi.

Selain itu kebijakan The Fed yang tidak menaikkan suku bunga masih memberi dampak yang positif di lantai bursa. Perkembangan lainnya adalah laporan pemerintah bahwa harga-harga di tingkat grosir bulan lalu turun. Penurunannya merupakan yang terendah dalam tujuh bulan terakhir. Maka, ini menambah keyakinan para investor bahwa inflasi di AS masih bisa terkendali.

Para pengamat menyambut baik reli indeks dalam beberapa hari terakhir, yang tidak bergerak secara drastis dan stabil di bawah 1 persen. "Ini menandakan bahwa pasar tengah bergerak maju sesuai dengan yang kita harapkan," kata James Meyer, pengamat dari Tower Bridge Advisors. Dengan kata lain, pergerakan yang perlahan itu menandakan bahwa para investor saat ini tidak mengumbar rasa percaya diri yang berlebihan.

David Chalupnik, pengamat dari First American Funds, menilai bahwa pasar bisa saja mempertahankan reli hingga enam pekan mendatang. Momentum ini bisa dipelihara begitu para perusahaan memaparkan laporan pendapatan mereka selama triwulan pertama tahun ini.

Bila hasilnya sudah keluar, para investor bisa menjual sejumlah saham yang meraih kenaikan yang besar menjelang musim laporan korporat. (Associated Press)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ