Dunia

RI - AS Perdalam Kerjasama Bidang Pendidikan

Kerjasama pendidikan Indonesia-AS akan dilanjutkan di puluhan kabupaten dan kotamadya

Rabu, 17 Maret 2010, 16:01 WIB
Renne R.A Kawilarang, Harriska Farida Adiati
Anak-anak di Sekolah Dasar (VivaNews/ Nurcholis Lubis)

VIVAnews - Wakil Menteri Pendidikan Nasional, Fasli Djalal, optimistis sebagian besar usulan kerja sama pendidikan dalam kerangka Perjanjian Kemitraan Komprehensif Indonesia-Amerika Serikat (AS) akan diterima. Fasli mengatakan, Kementerian Pendidikan Nasional menawarkan dua kerja sama di bidang pendidikan dasar dan perguruan tinggi untuk dimasukkan dalam skema CPA.

"Dari pembicaraan kita, semua nampaknya akan masuk agenda. Mereka (AS) sangat bersemangat untuk bekerja sama," kata Fasli usai penandatangan nota kesepahaman (MoU) penyediaan beasiswa oleh PT Freeport Indonesia bekerja sama dengan American-Indonesian Exchange Foundation (AMINEF) senilai US$1 juta, Rabu 17 Maret 2010.

"Mereka juga sudah membayangkan ada peningkatan kerja sama luar negeri, peningkatan dana mereka untuk sektor pendidikan," lanjut Fasli tanpa merinci nilai kerja sama tersebut.

Fasli menjelaskan, di sektor pendidikan dasar, proyek kerja sama DBE (Decentralized Basic Education) Indonesia-AS akan terus dilanjutkan dan dikembangkan di puluhan kabupaten dan kotamadya di seluruh Indonesia.

"DBE merupakan program mengenai bagaimana pendidikan dasar itu menyenangkan, ada student center, aktif, kreatif, dan efektif. Kita akan lanjutkan itu, termasuk melibatkan peran orang tua dan stakeholder, seperti kecamatan untuk mendukung proses pembelajaran di sekolah," kata Fasli. Akan ada juga kerja sama dalam peningkatan kapasitas pengawas sekolah terutama dalam mengelola keuangan sekolah, serta meningkatkan profesionalisme guru.

Sedangkan usulan yang menurut Fasli belum tentu diterima adalah mengenai tata kelola perguruna tinggi. "Amerika sangat maju (dalam bidang pendidikan), punya dana besar dan bisa mengelola tanpa terlalu bergantung pada sumber pembiayaan mahasiswa," kata Fasli. "Kita ingin belajar dari situ agar sumber lain, bukan sumber dana dari mahasiswa, bisa ditingkatkan," lanjutnya.

Pertukaran dosen dan mahasiswa secara resiprokal Indonesia-AS juga akan ditingkatkan. "Pelatihan guru juga menjadi usulan karena cukup banyak hal yang banyak kita bisa pelajari di AS dalam melatih calon guru, termasuk penggunaan teknologi informasi di dalam pemberdayaan guru untuk membuat pembelajaran menjadi menarik," terangnya.

Selain usulan tersebut, Indonesia juga menawarkan kerja sama untuk mengembangkan sektor kewirausahaan dan kerja sama riset.

• VIVAnews
Rating
Komentar
joe satria
18/03/2010
sedikit lagi hampir sempurna penjajahan disegala bidang, dan penguasa kita malah senang dan manut saja..selamat datang indoesia yang semakin tergadai..
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ