Dunia

Minyak di Asia Tembus US$82/barel

Muncul sinyalemen bahwa OPEC mungkin tidak akan mengubah kuota produksi minyak mereka

Rabu, 17 Maret 2010, 14:48 WIB
Renne R.A Kawilarang
  (www.dpi.vic.gov.au)

VIVAnews - Harga minyak mentah untuk perdagangan di Asia kini menembus US$82/barel. Kenaikan itu muncul setelah muncul sinyalemen dari Kartel Produsen Minyak (OPEC) bahwa mereka tidak akan menambah kuota produksi.

Berdasarkan transaksi elektronik dari bursa di New York, Rabu siang waktu Singapura, harga minyak light sweet untuk kontrak April naik 55 sen menjadi US$82,25/barel. Pada transaksi langsung di New York dini hari tadi, harga sudah melonjak US$1,90 menjadi US$81,70/barel setelah investor mendengar laporan bahwa Bank Sentral AS (The Fed) tetap tidak menaikkan suku bunga, yang mendekati 0 persen.

Selain kabar dari The Fed, para investor minyak di Asia turut antusias atas sinyalemen dari OPEC bahwa asosiasi 12 produsen minyak itu kemungkinan tidak mengubah kuota produksi saat bertemu di Wina, Austria, Rabu waktu setempat.

Kendati permintaan minyak di negara-negara maju tengah anjlok, para pengamat menilai bahwa konsumsi energi di negara-negara berkembang di Asia terus bertambah. Situasi itulah yang memungkinkan naiknya harga minyak dalam beberapa pekan terakhir.

"Dari Asia-lah naiknya permintaan itu berasal," kata David Carbon, kepala ekonom peneliti di DBS Bank di Singapura. "Harga komoditas seperti minyak kini dipandang terus naik," lanjut Carbon.

Sementara itu, stok minyak di AS hasil survei The American Petroleum Institute diperkirakan tetap naik, namun hanya berkisar 400.000 barel. Sedangkan proyeksi para pengamat yang disurvei Platts/McGraw-Hill Cos. memperkirakan naiknya persediaan minyak mentah di AS 1,9 juta barel.    

Pengumuman resmi stok minyak per pekan lalu itu baru akan diumumkan Departemen Energi AS pada Rabu sore waktu setempat. (Associated Press)

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ