Dunia

Rumah PM Thailand Terancam Disiram Darah

Ini bentuk kemarahan para demosntran setelah PM Abhisit Vejjajiva menolak percepat pemilu

Rabu, 17 Maret 2010, 11:56 WIB
Renne R.A Kawilarang
Para demonstran menumpahkan darah dalam aksi protes di Bangkok, Thailand (AP Photo/Apichart Weerawong)

VIVAnews - Massa demonstran anti pemerintah di Thailand kini punya cara baru yang cukup menjijikan untuk perhatian publik dan media. Sejak kemarin, mereka menyumbang darah untuk ditumpahkan ke lokasi serangan. Hari ini, Rabu 17 Maret 2010, mereka merencanakan target baru, yaitu rumah Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva.

Demikian perkembangan terkini pada hari keempat demonstrasi anti pemerintah di Bangkok, yang dilancarkan sejak Jumat pekan lalu. Mereka sebagian besar adalah pendukung Perdana Menteri (PM) yang digulingkan oleh kudeta 2006, Thaksin Shinawatra. 

"Konvoi diperkirakan tiba di rumah Abhisit pada siang hari," demikian kata pemimpin demonstrasi Weng Tochairakarn, seperti dikutip laman harian The Bangkok Post. Weng adalah pemimpin gerakan Demokrasi Bersatu Melawan Kediktatoran (UDD).

Weng mengungkapkan bahwa para pemrotes akan melakukan suatu ritual sesampainya di rumah Abhisit. Ritual itu untuk mengutuk Abhisit, dengan cara menumpahkan darah yang telah mereka kumpulkan. Protes serupa telah dilakukan sehari sebelumnya di kompleks kantor pemerintah dan kantor Partai Demokrat yang tengah berkuasa.

Puluhan ribu demonstran dengan sukarela diambil darah mereka untuk ditumpahkan ke sejumlah lokasi. "Darah rakyat ini bercampur dengan perjuangan demi demokrasi<' kata seorang pimpinan demonstran, Natthawut Saikua, seperti dikutip laman stasiun televisi BBC.

Mereka pun juga berencana mampir ke Kedutaan Besar Amerika Serikat dan Inggris. "Kami akan menyampaikan surat kepada mereka untuk menjelaskan situasi sebenarnya kepada pemerintah kedua negara itu," kata Jatuporn Promphan, yang juga pimpinan UDD.

Mereka berjanji menggelar demonstrasi secara damai dan berupaya tidak mengganggu kepentingan umum dan lalu-lintas. Namun, polisi sudah berjaga-jaga di depan rumah Abhisit.

Dalam beberapa hari terakhir, Abhisit dan keluarga tidak tinggal di rumah mereka. Abhisit bersama keluarga rupanya diamankan dan kini tinggal di lokasi yang dirahasiakan di pinggir kota Bangkok. Sementara itu, pihak keamanan telah mengeluarkan larangan untuk berdemonstrasi di dekat rumah Abhisit.

Demonstrasi dengan menumpahkan darah itu rupanya bentuk kekesalan para pendemo setelah Abhisit menolak tuntutan mereka, yaitu membubarkan parlemen sekaligus mempercepat pemilihan umum.

Aksi unjuk rasa itu memperpanjang krisis politik di Thailand. Jelang tergulingnya Thaksin akibat kudeta militer, Thailand selalu diguncang demonstrasi. Sejak tergulingnya Thaksin, Thailand sudah dua kali berganti perdana menteri.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ