VIVAnews - Indeks-indeks utama harga saham di bursa Wall Street berhasil melanjutkan reli setelah muncul penilaian positif dari Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed). The Fed pun menegaskan tidak akan menaikkan suku bunga.
Di akhir transaksi pada Selasa sore waktu New York (Rabu dini hari WIB), indeks harga saham industri Dow Jones naik 43,83 poin (0,4 persen) menjadi 10.685,98. Dalam enam hari terakhir, indeks Dow telah naik 1,3 persen dan kini mencapai rekor tertinggi sejak 19 Januari lalu.
Indeks Standard & Poor's 500 naik 8,95 poin (0,8 persen) menjadi 1.159,46 dan ini rekor tertinggi sejak Oktober 2008. Begitu pula dengan indeks komposit Nasdaq, menguat 15,80 poin (0,7 persen) menjadi 2.378,01, terbesar sejak Agustus 2008.
Para investor merasa lega atas jaminan dari The Fed, yang tetap tidak menaikkan suku bunga, yang saat ini mendekati nol persen. Bagi investor, suku bunga rendah itu masih tetap diperlukan untuk pemulihan ekonomi AS.
Namun pimpinan The Fed harus mengantisipasi naiknya inflasi bila suku bunga rendah tetap dipertahankan. Namun, untuk saat ini inflasi masih bisa dikendalikan.
Para investor menanggapi positif atas hasil rapat pimpinan The Fed pekan ini, yang menyatakan bahwa pelaku bisnis di AS telah meningkatkan belanja mereka secara signifikan, terutama dalam peralatan dan piranti lunak. Bank Sentral juga menyatakan bahwa sektor lapangan kerja di AS mulai berjalan stabil.
Laporan mengenai sektor tenaga kerja itu memiliki bobot yang lebih besar ketimbang yang dinyatakan The Fed usai rapat Januari lalu. Namun, The Fed masih mewanti-wanti bahwa para pelaku bisnis masih banyak yang enggan melakukan perekrutan.
"Itu sudah merupakan pernyataan yang besar. Faktor itu masih menjadi risiko besar yang patut diwaspadai selama beberapa waktu," kata Guy LeBas, pengamat dari Janney Montgomery Scott di Philadelphia. Dia merujuk pada kekhawatiran The Fed atas masih rendahnya perekrutan tenaga kerja.
Sementara itu, The Fed tetap melanjutkan rencana untuk menghentikan pembelian sekuritas berbasis hipotek dari Fannie Mae dan Freddie Mac di akhir bulan ini. Namun, kedua perusahaan pembiayaan perumahan itu masih dipandang lemah dan belum ada perubahan besar. (Associated Press)