Dunia

Pendeta Protestan Ini Mengaku Atheis

Meski mengaku atheis, dia tetap dibolehkan berkhutbah di gereja.

Senin, 15 Maret 2010, 12:54 WIB
Arfi Bambani Amri
Klaas Hendrikse (www.pzc.nl)

VIVAnews - Perdebatan keberadaan Tuhan hadir di setiap agama mana pun. Bahkan seorang yang berprofesi sebagai pendeta pun bisa saja berkesimpulan Tuhan tak ada.

Inilah yang dialami pendeta Klaas Hendrikse, seorang pendeta Kristen Protestan di Belanda. Hendrikse tak main-main dengan kesimpulannya: dia menulis sebuah buku berjudul "Percaya pada Tuhan yang Tak Ada: Manifesto seorang Pendeta Atheis."

Dia menulis dalam buku yang pada November 2007 sudah dicetak ulang tiga kali itu, bahwa ketidakadaan Tuhan semakin kuat dari waktu ke waktu. Dia menyatakan, memang masih mungkin bicara Tuhan, namun dalam hal ini Tuhan sebagai "kualitas hubungan" bukan sebagai keberadaan yang "Maha".

"Ketidakadaan Tuhan bagi saya bukan sebuah halangan namun sebuah syarat untuk percaya pada Tuhan. Saya seorang penganut atheis," kata Hendrikse yang telah menjadi pendeta selama 20 tahun di sebuah gereja di Middelburg dan Zierikzee. Gereja-gereja ini bagian dari Gereja Lutheran.

Kepercayaan yang aneh dari Hendrikse ini bukan tanpa kritik. Sekretaris Jenderal Gereja Protestan di Belanda, Bas Plaisier, kepada Ecumenical News International menyatakan kepercayaan Hendrikse sebagai "sebagai suatu yang bisa dibuang bersama sampah."

Hendrikse jelas menimbulkan keguncangan di negeri beragama mayoritas Protestan itu. Majelis Regional Gereja Protestan di Zierikzee, Belanda, harus meladeni sebuah gugatan atas Hendrikse, yang memintanya tak boleh berkhutbah di gereja lagi.

Awal Februari 2010, Majelis Regional Gereja mengeluarkan putusan mengejutkan: pandangan Hendrikse tak berbeda secara fundamental dengan pandangan para teolog liberal di gereja Protestan lainnya. Gugatan administrasi atas Hendrikse ditolak, alias "Pendeta Atheis" ini tetap boleh berkhutbah di gereja.

Meski begitu, seperti dilansir Radio Nederland, otoritas nasional gereja Protestan di Belanda akan menggelar pertemuan membahas soal ini, tentang bagaimana membicarakan Tuhan di gereja.

• VIVAnews
Rating
Komentar
jihader
07/01/2012
biarlah...nafsi-nafsi.kuburan jg masing2,asal jgn ngacak-ngacak agama gw ape yg lain...lo siap mati pendeta !!
Balas   • Laporkan
SDA
15/03/2010
@Jemmy, Anda tidak pantas meng-judge demikian. Setiap orang memiliki pandangan pemikirannya masing-masing. Terkadang sempitnya hati membuat bahkan pendeta pun tidak bisa merasakan kasih Tuhan. Dia boleh ngomong apa saja sepanjang tidak memaksa orang lain
Balas   • Laporkan
jemmy
15/03/2010
tolong dibedakan pendeta dan pura2 pendeta, "pendeta" ini sangat sesat dan benar omongan mr Bas lebih baik dibuang aja ke tpa /tempat pembuangan sampah akhir,drpd dibakar diapi neraka kekal!!!emang cocok dia ateis ,lihat aja sorot matanya ,kejam ,culas, l
Balas   • Laporkan
Budi
15/03/2010
anda mungkin tidak menyadari pendeta: 1. ketika anda tidur jantung anda bergerak tapi anda tidak tahu siapa yang menggerakan. 2. ketika satu sel sperma bisa menghasilkan karya cipta manusia yang sangat sempurna. 3. ketika anda tidak bisa memprediksi kapan
Balas   • Laporkan
syawaril.nuris
15/03/2010
Org yang atheis tdk percaya ada tuhan (penguasa). Bagi org atheis kejadian di alam ini terjadi begitu saja bukan bukti kekuasaan Tuhan. Dalam kelompok islam ada yang berkeyakinan seperti atheis. Buktinya tdk yakin hidup dan mari ditangan Allah, tetapi dit
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ