Dunia
Proyeksi Perdagangan Saham di Wall Street

Investor Tunggu Hasil Rapat Bank Sentral AS

Pekan ini The Fed bisa saja meredefinisi kembali masa pemberlakukan suku bunga rendah

Senin, 15 Maret 2010, 08:23 WIB
Renne R.A Kawilarang
  (AP Photo/Richard Drew)

VIVAnews - Para pelaku pasar saham di Wall Street menunggu hasil rapat pimpinan Bank Sentral AS, The Fed, yang berlangsung pekan ini. Mereka akan mengkaji bagaimana dan kapan bisa menaikkan tingkat suku bunga rendah sesuai dengan kondisi ekonomi yang mulai pulih.

Namun Gubernur The Fed, Ben Bernanke, telah menegaskan bahwa pihaknya dalam beberapa bulan ke depan tingkat akan menaikkan secara drastis tingkat suku bunga, yang saat ini masih mendekati nol persen. Bagi The Fed, tingkat suku bunga rendah masih dibutuhkan untuk mengangkat ekonomi AS dari krisis.

Namun, begitu pemulihan sudah terasa stabil, pimpinan The Fed tidak akan ragu-ragu menaikkan suku bunga demi mengendalikan inflasi. Sebelum melakukan itu, mereka pertama-tama akan mengisyaratkan bahwa kredit akan segera diperketat. Trik ini bisa dilakukan tanpa harus mengejutkan para investor dan debitur, yang akan menghadapi suku bunga yang lebih tinggi atas kartu kredit, cicilan kredit rumah, dan pinjaman lain.

Bagaimana cara terbaik untuk mengisyaratkan kenaikan suku bunga tampaknya bakal menjadi tema yang dominan dalam pertemuan pimpinan The Fed Selasa pekan ini. Khususnya, The Fed akan memutuskan apakah tetap akan mempertahankan komitmennya mempertahankan tingkat suku bunga rendah yang telah berjalan setahun.

Dalam rapat di Kongres beberapa waktu lalu, Bernanke menyatakan bahwa The Fed tetap mempertahankan suku bunga rendah untuk "selama beberapa waktu." Menurut para ekonom, "beberapa waktu itu" diartikan setidaknya selama enam bulan.  

The Fed bisa saja menarik kembali komitmennya itu, atau tetap mempertahankan suku bunga rendah untuk selama beberapa waktu ke depan, yang diartikan lebih singkat ketimbang  pengertian sebelumnya.

Ataum The Fed bisa mengubah artikulasi mereka untuk menekankan bahwa kredit akan diperketat bila waktunya sudah tepat. Langkah-langkah demikian akan mengirim sinyal bahwa hari-hari kebijakan uang longgar (easy money) segera berakhir.
 
Dorongan adanya perubahan sudah berjalan di dalam tubuh The Fed. Dalam pertemuan akhir Januari lalu, Gubernur Bank Sentral di Kansas City, Thomas Hoenig, menyatakan lebih suka mengubah kalimat untuk menyatakan bahwa suku bunga akan tetap rendah hanya untuk beberapa waktu. Demikian ungkap petikan notulensi rapat.

Hoenig menilai bahwa perubahan pengumuman itu akan memberi The Fed fleksibilitas untuk mulai menaikkan suku bunga. Dia juga mengatakan bahwa langkah menaikkan suku bunga secara pelan-pelan sudah harus segera dilakukan.

Hoenig dan sejumlah kalangan di The Fed kini lebih khawatir atas potensi naiknya inflasi akibat rendahnya suku bunga ketimbang memikirkan tetap mempertahankan suku bunga rendah demi mengurangi tingkat pengangguran, yang kini berada pada 9,7 persen.

Faktanya, laju tingkat pengangguran, walaupun tinggi, sudah berhenti melaju naik dalam dua bulan terakhir. Selain itu dalam beberapa bulan terakhir kian sedikit kasus PHK ketimbang tahun lalu. Ini menandakan bahwa pemulihan ekonomi mulai berada pada jalurnya.

Selain itu, tingkat performa sektor manufaktur dan jasa juga mulai naik. Pihak konsumen dan pelaku bisnis kini mulai membelanjakan uang mereka yang jumlahnya cukup untuk mempertahankan laju pertumbuhan ekonomi. 

Chris Rupkey, ekonom dari Bank of Tokyo-Mitsubishi, menilai tidak tertutup kemungkinan adanya perubahan artikulasi dari kata perpanjangan suku bunga rendah "selama beberapa waktu" saat pimpinan The Fed menggelar rapat pekan ini.

Pihak-pihak lain memprediksi bahwa perubahan itu mungkin baru akan dipikirkan pada pertemuan The Fed berikut pada 27-28 April mendatang. Saat itu, The Fed akan melihat perkembangan di sektor lapangan kerja. (Associated Press)

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ