Dunia

Wanita AS Berikutnya Ikut Gerakan Jihad

Dia merupakan teman sejaringan Colleen LaRose yang juga ditangkap di Irlandia

Senin, 15 Maret 2010, 07:22 WIB
Arfi Bambani Amri
Jamie Paulin-Ramirez (AP/ Christine Mott)

VIVAnews - Terbongkarnya plot pembunuhan terhadap kartunis Swedia, Lars Vilks, menyibak jaringan terorisme yang melibatkan dua wanita Amerika Serikat. Setelah Colleen R LaRose, muncul lagi nama Jamie Paulin-Ramirez.

Jamie yang berusia 31 tahun merupakan wanita asal Leadville, Colorado. Jamie merupakan salah satu yang ditahan aparat Irlandia bersama LaRose beberapa hari lalu.

Christina Molt, ibu dari Jamie, menilai putrinya yang menghilang sejak tahun lalu dari Colorado telah kehilangan akal sehatnya. "Dia mengatakan bahwa penganut Kristen akan dibakar di neraka," kata Christine (59) kepada New York Post. "Kami tak bisa berbicara satu sama lain," katanya.

Jamie meninggalkan Leadville, Colorado, pada 11 September 2009 dengan membawa putranya yang berusia 6 tahun. Christine menyatakan, Jamie diduga juga mencekoki pikiran anaknya dengan ide-ide jihad penuh kekerasan.

Jamie telah mengganti nama anaknya dari Christian ke nama Islam, Walid, setelah memasukkannya ke sekolah muslim di Irlandia. Ayah tiri Jamie, George Mott, yang juga masuk Islam, sekali waktu pernah berbicara dengan cucunya sepulang dari sekolah. Anak itu berkata kepada Mott, "kami membuat pipa (bom pipa), seperti di Empat Juli (Hari Kemerdekaan Amerika)!"

Sebelum meninggalkan Colorado, Jamie adalah siswa perawat yang berprestasi dan bekerja di sebuah klinik di Edward, 65 kilometer di barat Leadvilee. Kepada Associated Press, Christine Mott menyatakan anakanya masuk Islam tahun lalu dan lalu mengganti nama anaknya.

Suatu waktu, Jamie kemudian bicara jihad dengan ayah tirinya, George Mott, yang telah memeluk Islam selama 40 tahun. Christine mengingat, suatu kali putrinya bicara akan mengebom demi jihad.

"Untuk mengebom orang lain?" kata Christine bertanya pada putrinya. "Itu bukan Islam," kata Christine yang tetap memeluk Kristen meski menikahi seorang muslim.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Anz
14/09/2010
Sabar........ itu apaan,.. itu bukan Islam,.. tapi aku yakin yang nulis bukan orang islam,,.. sebab kalau islam tidak mungkin dia tulis seperti itu trus sebarkan,,.. karena orang islam mengerti dengan ajarannya...
Balas   • Laporkan
rizky
16/05/2010
semua gerakan gerakan islam bermula,adanya konflik di timur tengah yg dipicu oleh israel,,
Balas   • Laporkan
Yordan
16/05/2010
Setiap ideologi atw agama mempunyai sisi radikalisme, baik itu dilakukan secara individu maupun oleh organisasi.. Jadi u/ saudara Sephirot tlg tinjau kembali pernyataan anda dgn pemahaman yg cukup akan sejarah dan filosofi dari Islam sebelum bicara kyk gt
Balas   • Laporkan
Sephirot
16/03/2010
Oh, ternyata bener agama islam mengajarkan kekerasan dan teror. Buktinya orang masuk islam untuk jadi teroris... Masih ada yang menyangkal kalau islam itu terorisme?
Balas   • Laporkan
luruskan
15/03/2010
Islam tidak pernah mengajarkan umatnya menjadi teroris. Pelajarilah Islam dengan utuh, maka kita akan mendapati Islam Yang sebenarnya. Cinta Damai dan Penuh Kasih sayang."OK....'.
Balas   • Laporkan
randy
15/03/2010
Kok masuk Islam...hanya untuk menjadi teroris dan lalu ditangkap...???? Kok bisa agama mengajarkan kekerasan sih???? Udah gak zaman lagi bror agama ajarkan kekerasan...
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ