Dunia

Atheis Sedunia Berkumpul di Australia

Konvensi ini melibatkan nama besar seperti Richard Dawkins, Taslima Nasrin, Robin Williams

Sabtu, 13 Maret 2010, 15:03 WIB
Arfi Bambani Amri
Taslima Nasrin (Dokumen Pribadi)

VIVAnews - Para penganut atheis atau tak bertuhan sedunia berkumpul di Melbourne, Australia. Tiket untuk pertemuan yang berlangsung 12-14 Maret 2010 di Melbourne Convention and Exhibition Centre ini bahkan sudah habis.

Menurut BBC, pertemuan ini merupakan konvensi atheis terbesar di dunia. Sejumlah nama besar yang dikenal sebagai atheis terlibat dalam acara ini seperti Richard Dawkins, Taslima Nasrin, Peter Singer, John Perkins, Robyn Williams, hadir dalam acara ini.

Saking ramainya, "Daftar tunggu tiket untuk Konvensi Atheis Global telah ditutup." Begitu bunyi pengumuman di www.atheistconvention.org.au, Sabtu 13 Maret 2010. Sehingga bagi yang masuk daftar tunggu, berharaplah mendapatkan tiket dari orang yang ingin menjual tiket yang hanya dijual sebanyak 2.500.

Pertemuan ini berencana membahas sebuah pernyataan yang berisi efek-efek negatif agama pada masyarakat. Pertemuan ini menghadirkan ilmuwan, filsuf, penulis dan komedian.

Salah satu nama terkenal yang menjadi peserta aktif dalam konvensi ini adalah Taslima Nasrin. Taslima dilahirkan di sebuah keluarga muslim di India pada 1962. Meski kemudian berprofesi sebagai dokter, Taslima sering menulis tema-tema kontroversial bagi masyarakat India yang dikenal relijius itu.

Pada tahun 1993, novel dokumenternya "Lajja" dilarang pemerintah Bangladesh. Taslima bahkan dikenakan fatwa halal untuk dibunuh. Sejak 1994, Taslima kemudian hidup eksil di Swedia dan kemudian berkembang menjadi simbol kebebasan berpendapat. Meski demikian, Taslima tak mau melepas paspor Bangladeshnya.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Irene
15/03/2010
Kalau menurut artikel, yang mereka tidak percaya adalah agama, bukannya ketidakpercayaan terhadap Tuhan. Menurut saya syah saja mereka menjadi atheist, karena memang orang-orang beragama justru menjadi munafik di balik baju-baju keagamaan mereka dan meras
Balas   • Laporkan
ahmad yahya
14/03/2010
pola pikir yang sangat arogan...mereka pikir alam ini ujug2 muncul gitu aja tanpa sebab...mereka tidak menyadari adanya Dzat yang maha Mengatur Segalanya.. Naudzubillah..
Balas   • Laporkan
Doel
14/03/2010
Siapa yang berani menyelamatkan mereka ...?
Balas   • Laporkan
Agama
13/03/2010
Setidaknya para atheis ini tidak membunuh sesama manusia yang ber"agama"
Balas   • Laporkan
ron
13/03/2010
Beadakan antara agama dan pemeluknya/orgnya. Agama apa sj mengajarkan yang baik ttp manusianya...
Balas   • Laporkan
lina herlina blekok
13/03/2010
mba shinta, org beragama yang mmbunuh sesama, bukan karena dia beragama, tapi karena lalai menjalankan perintah agamanya. mudah2an para atheis masih diberi kesempatan terbuka hatinya mengakui Sang Pencipta nya
Balas   • Laporkan
shinta
13/03/2010
Orang beragama perbuatannya belum tentu lebih baik dari orang atheis. Orang atheis belum tentu keji seperti orang yang mengaku beragama....bahkan ada yang mengaku ber-Tuhan tetapi membantai sesama ciptaanNya jg khan....
Balas   • Laporkan
shinta
13/03/2010
Orang beragama perbuatannya belum tentu lebih baik dari orang atheis. Orang atheis belum tentu keji seperti orang yang mengaku beragama....bahkan ada yang mengaku ber-Tuhan tetapi membantai sesama ciptaanNya jg khan....
Balas   • Laporkan
nur hasanah
13/03/2010
Subhanallah... Maha suci Allah yang telah menciptakan alam seisinya.Kita bersyukur Bisa mengenal Allah adalah nikmat yang tiada tara. Orang orang itu sangat sangat rugi dan bodoh sekali ya....kenapa dia tidak berfikir adanya dunia ini. Semoga Allah membuk
Balas   • Laporkan
johson
13/03/2010
embe - embe lalieur...
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ