Dunia

Misteri Samudera Raksasa di Bawah Laut Asia

Data diambil dari catatan dalam gelombang yang dihasilkan oleh setiap kejadian gempa bumi.

Sabtu, 13 Maret 2010, 14:01 WIB
Ismoko Widjaya
  (ohmygov.net)

VIVAnews - Peneliti menemukan samudera raksasa di bawah perut bumi Asia bagian timur. Mengapa disebut raksasa, volumenya diduga mencapai Samudera Arktika, atau sekitar 14 juta kilometer persegi.

Seperti dilansir livescience.com, penemuan itu ditandai dalam bentuk sebuah bagian besar volume air yang ditemukan di bagian mantel atau lapisan Bumi.

Si penemu adalah Michael Wysession, seismologis dari Washington University, St Louis dan mantan mahasiswanya, Jesse Lawrence, yang kini mengambil studi di University of California, San Diego.

Temuan tiga tahun lalu itu akan dipublikasikan dalam monografi di jurnal American Geophysical Union. Temuan itu berasal dari pengamatan seismograms.

Data diambil dari catatan dalam gelombang yang dihasilkan berulang kali terjadinya gempa bumi. Titik-titik itu dikumpulkan dari instrumen yang tersebar di seluruh planet ini.

Keduanya melihat ada sebuah wilayah di bawah Asia yang dapat meredam gelombang seismik. Akibatnya, gelombang seismik itu menjadi "menipis" dan juga membuat getaran semakin lama semakin turun sedikit demi sedikit.

"Air sedikit memperlambat kecepatan gelombang," Wysession menjelaskan.

Pada prediksi penghitungan sebelumnya berlaku, jika lempengan dingin dari dasar laut itu tenggelam ribuan mil ke lapisan bumi, maka suhu panas akan menyebabkan air yang tersimpan di dalam batu menguap keluar.

"Itulah yang kami tunjukkan di sini," kata Wysession. "Air di dalam batu turun dan tenggelam dari lempengan. Itu cukup dingin, tapi semakin dalam semakin panas hingga akhirnya batu itu menjadi tidak stabil dan kehilangan air."

Meskipun mereka tampak padat, komposisi dari beberapa batuan dasar laut itu mencapai sekitar 15 persen air. "Molekul air sebenarnya terjebak dalam struktur mineral batu," Wysession menjelaskan.  "Ini seperti tanah liat. "

Para peneliti memperkirakan bahwa di atas kadar 0,1 persen dari batu yang tenggelam ke dalam mantel bumi itu adalah air.

ismoko.widjaya@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
ayu
18/06/2010
ga usah takut...semua sudah ada yang ngatur..allah yg maha tau yang terbaik untuk manusia..qt ga usah takut akan bagaimana..jadikan semua penemuan itu untuk qt memuji allah, karna dia yang berkehendak maka jadilah...subhanallah...
Balas   • Laporkan
daniel
14/05/2010
ngwur!!!
Balas   • Laporkan
holiday
08/05/2010
kok aneh si ada ada ajahhhhhhh lumayan seru ch ,tpi ngeri
Balas   • Laporkan
teo
30/04/2010
kayak gini ni kalo yang komen orang awam...maksudnya tu bukan air cair tapi lapisan yang kadar airnya sangat tinggi kayak lumpur...gak laut kayak di pelm...
Balas   • Laporkan
Sandry
20/04/2010
mungkin karena terjemahan..
Balas   • Laporkan
Roezz
29/03/2010
Artikel menarik, tapi tdk didukung foto ilustrasi yg menggambrakan persisnya bentuk samudera tsb.
Balas   • Laporkan
moel
28/03/2010
bagus tapi bahsanya kacau, jadi nggak ngerti juga, sorry
Balas   • Laporkan
rara
28/03/2010
tertarik baca, sayang translaternya gak bgtu handal.. em .
Balas   • Laporkan
Ciemie
27/03/2010
selesai dibaca, malah jadi bingung ya..
Balas   • Laporkan
PutrIe c'MoNz
27/03/2010
SUBHANALLAH... kekuasaan ALLAH sangat besar... Qta hnya bsa mensyukuri...
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ