VIVAnews - Presiden Amerika Serikat Barack Obama menunda kunjungan ke Indonesia dan Australia dari 18-24 Maret 2010 menjadi 21-26 Maret. Penundaan ini diiringi pembatalan istri dan anak-anaknya bergabung mengunjungi negara tempat Obama pernah menghabiskan masa kecil.
The Associated Press menyatakan, pembatalan putri Obama ke Indonesia karena harus masuk sekolah. Rencana sebelumnya, kunjungan Obama akan bertepatan dengan liburan musim semi kedua putrinya.
Penundaan Obama ke Indonesia dan Australia ini diperkirakan karena faktor di dalam negeri Amerika sendiri. Saat ini, Obama sedang dihadapi dengan kendala legislasi Rancangan Undang-undang Kesehatannya yang revolusioner.
Juru Bicara Gedung Putih Robert Gibbs berkukuh putusan Kongres mengenai RUU itu pada 18 Maret, bertepatan dengan rencana awal Obama berangkat ke Indonesia. Namun tampaknya itu belum terwujud karena Demokrat, partai pendukung Obama, masih mencari tambahan dukungan.
Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha, menyatakan tak bisa berkomentar atas penundaan kedatangan Obama. "Ini menyangkut Amerika Serikat, agak sensitif," katanya. Julian sendiri menyatakan Indonesia mengetahui rencana penundaan sejak Jumat 12 Maret sore tadi. "Tadi masih confidential," katanya.
Guna ia datang ke Indonesia adalah untuk menguatkan cengkeraman Amerika Serikat atas Indonesia. Kekayaan alam kita akan semakin bebas untuk dikeruk. Militer mereka akan semakin bebas untuk beroperasi di Selat Malaka. Pun penelitian semisal Namru guna memu
Seharusnya bukan ditunda, melainkan dibatalkan. Sebab pemimpian pembantai yang tangannya berlumuran darah kaum Muslim tidak pantas menginjakkan kakinya di negeri kaum Muslim terbesar di dunia. Semoga Allah melaknatnya dan orang-orang yang yang setia denga