Dunia

Harga Minyak di Asia Mantap di Level US$82

Harga minyak mentah menguat 18 persen dari level US$69,59 per barel pada 5 Februari lalu

Jum'at, 12 Maret 2010, 16:21 WIB
Renne R.A Kawilarang, Harriska Farida Adiati
  (www.dpi.vic.gov.au)

VIVAnews - Harga minyak mentah untuk perdagangan di Asia kembali menguat. Para investor menimbang apakah memperpanjang reli sebulan penuh bisa dibenarkan di tengah lemahnya permintaan minyak mentah di Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan transaksi elektronik dari bursa New York, Jumat siang waktu Singapura, harga minyak light sweet untuk kontrak April naik 8 sen menjadi US$82,19 per barel. Sedangkan dari hasil transaksi di New York dini hari tadi, harga minyak naik 2 sen menjadi US$82,11 per barel.

Harga minyak mentah menguat 18 persen dari level US$69,59 per barel pada 5 Februari lalu karena sejumlah data menunjukkan perekonomian AS sedang tumbuh. Meski lamban, pertumbuhan tersebut berlangsung stabil. Namun, tingginya stok minyak mentah tidak mendukung prediksi ekonomi, dan menunjukkan bahwa belanja konsumen masih terpuruk.

"Kami masih mengalami kesulitan dalam membangun dasar fundamental," kata Ritterbusch and Associates dalam sebuah laporan. "Kami perkirakan penumpukan stok minyak mentah akan terus berlangsung hingga musim semi," lanjutnya. Sementara itu, harga minyak Brent naik 11 sen menjadi US$80,39 per barel di bursa London. (Associated Press)

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ