Dunia

Bangkok Siaga Hadapi Demonstrasi Massal

Para pendukung mantan PM Thaksin Shinawatra masih tidak puas atas pemerintahan sekarang

Jum'at, 12 Maret 2010, 11:29 WIB
Renne R.A Kawilarang, Harriska Farida Adiati
Aparat keamanan Thailand bersiaga di depan Kantor Pemerintah, Bangkok (AP Photo/Sakchai Lalit)

VIVAnews - Ibukota Thailand, Bangkok, bersiaga menghadapi kemungkinan terjadi kerusuhan saat para demonstran anti pemerintah melakukan aksi protes, Jumat 12 Maret 2010. Para pemrotes tersebut menuntut agar Perdana Menteri (PM) Abhisit Vejjajiva menyelenggarakan pemilihan umum.

Para pemimpin United Front for Democracy Against Dictatorship, yang disebut kelompok kaos merah karena mengenakan kostum berwarna merah, menjanjikan bahwa "aksi sejuta orang" pada Minggu pekan ini tidak akan berakhir ricuh.

Aksi protes sebelumnya di Bangkok pada April lalu berujung rusuh dengan dua orang tewas, lebih dari 120 orang terluka, dan kendaraan seperti bus dibakar. Militer harus dikerahkan untuk mengamankan massa.

Para peserta demonstrasi pada Minggu mendatang antara lain adalah pendukung mantan PM Thaksin Shinawatra, serta orang-orang yang menentang kudeta militer yang menjungkalkan Thaksin pada 2006.

Mereka yakin Abhisit berkuasa secara tidak sah dengan bersekongkol dengan militer dan beberapa pihak yang mencemaskan popularitas Thaksin saat berkuasa pada 2001-2006.

Beberapa sekolah berencana untuk meliburkan siswa-siswanya hari ini, dan juga pekan depan bila situasi tidak kondusif. Sekitar 20 kedutaan besar berbagai negara di Thailand telah mengeluarkan peringatan berkunjung ke Thailand, termasuk Amerika Serikat yang meminta warga negaranya untuk menjauh dari lokasi protes di mana kekerasan tidak bisa tidak dipedulikan.

Beberapa pendukung kelompok kaos merah secara terbuka membual akan membalas dengan senjata bila aksi protes ditekan. Pemerintah meminta agar warga tidak panik dan memperingatkan akan adanya sabotase dari demonstran. Virus yang menyerang surat elektronik meminta agar warga menyimpan makanan dan bahan bakar.

Pendukung pemerintah mengklaim bahwa demonstran akan berpakaian seperti polisi dan prajurit untuk menembah demonstran dengan tujuan menciptakan martir. Sedangkan pemimpin demonstran mengatakan, provokator yang berpura-pura menjadi demonstran akan menciptakan kerusuhan dan mendiskreditkan aksi mereka.

Lebih dari 30 ribu petugas akan disebar ke seluruh Bangkok dan 46 ribu relawan sipil akan bersiaga. Para pemimpin kelompok kaos merah berharap, sekitar 600 ribu demonstran akan turun ke jalan. (Associated Press)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ