Dunia

Kado Kopi Luwak SBY Jadi Heboh di Australia

Produk itu berpotensi mengandung penyakit menular atau penyakit eksotik.

Jum'at, 12 Maret 2010, 09:55 WIB
Ismoko Widjaya
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan PM Kevin Rudd saat jumpa pers (AP Photo/Mark Graham)

VIVAnews - Media di Australia masih membahas oleh-oleh Kopi Luwak dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk "mates"nya Perdana Menteri (PM) Kevin Rudd.

Seperti dilaporkan wartawan antv Uni Z Lubis dari Sydney, Australia, dua hari lalu ketika media memberitakan tukar kado antara SBY dan Kevin Rudd, seorang presenter tv dengan sedikit jahil mengomentari, "Wah, Rudd bisa membuat 'crappuchino' dari hadiah kopi itu. 

Presenter di sebelahnya tertawa. Mereka memberitakan bahwa Kopi Luwak adalah sejenis kopi yang dihasilkan dari proses metabolisme pencernaan Luwak, sejenis Musang yang hidup di hutan, dan kini dipelihara oleh produsen kopi untuk menghasilkan biji kopi terbaik lewat proses pencernaan.

Gampangnya, Luwak yang pandai memilih  biji kopi yang sudah matang memakan biji itu, lalu produsen mengumpulkan biji kopi yang keluar bersama kotoran Luwak. Kopi ini dikenal sebagai kopi termahal di dunia.

Di sebuah mal di Jakarta, misalnya, harga secangkir  Kopi Luwak bisa tiga kali lipat kopi lainnya. Cerita soal hadiah kopi ternyata belum berhenti.

Media hari ini memuat masalah karantina yang muncul dari hadiah itu. Sejak Januari lalu Kantor Inspeksi dan Karantina Publik (AQIS) Australia mengetatkan aturan bagi masuknya kopi olahan, khususnya kopi yang diproduksi melalui proses pencernaan hewan.

Disebut khusus sebagai contohnya adalah Kopi Luwak! Nah! Alasannya, produk itu berpotensi mengandung penyakit menular atau penyakit eksotik. Makanya, produk semacam ini tak boleh masuk Australia tanpa izin dari AQIS.

Seorang pejabat yang bertugas di kantor PM Rudd memastikan kado dari SBY masih terbungkus rapi dan harus diperiksa AQIS. "Tak ada pengecualian meskipun itu hadiah dari kepala negara," kata pejabat itu.

Mengingat Rudd juga memberikan kado gitar kayu buatan Melbourne dengan grafir "SBY", maka, mestinya gitar itu juga diperiksa karantina Indonesia. Siapa tahu membawa potensi penyakit dari kayu Australia?

ismoko.widjaya@vivanews.com

Berita Terfavorit Lainnya

1. Sutjipto, Bos Sosro Yang Buat Coca-Cola Gentar
2. Ba'asyir: Mengapa Jasad Dulmatin Wangi
3. Dua staf SBY akan temui Megawati
4. Suami Kepergok Selingkuh di Facebook
5. Wenger Tak Terkejut MU Depak Milan

• VIVAnews
Rating
Komentar
nizal
18/07/2010
jual kopi luwak info lengkap : www.luwakcoffe.co
Balas   • Laporkan
Sepry2610
17/07/2010
Saya Menjual Kopi Luwak Yang Sudah Roasted (Luwak Coffee Roasted Beans) Harga : Rp 125.000,-/100 gram (Bisa Nego) Sudah Termasuk Ongkos Kirim Ke Seluruh Indonesia.Jika Dalam 7 Hari Pesanan Belum Diterima Uang Kembali 100%.Untuk Pemesanan SMS Atau Call 081
Balas   • Laporkan
Sepry2610
17/07/2010
Saya Menjual Kopi Luwak Yang Sudah Roasted (Luwak Coffee Roasted Beans) Harga : Rp 125.000,-/100 gram (Bisa Nego) Sudah Termasuk Ongkos Kirim Ke Seluruh Indonesia.Jika Dalam 7 Hari Pesanan Belum Diterima Uang Kembali 100%.Untuk Pemesanan SMS Atau Call 081
Balas   • Laporkan
nies
19/04/2010
harusnya kopinya disertrifikasi dulku di Badan POM untuk memastikan keamanana pangan sebagai hadiah buat kjepala negara lain :p
Balas   • Laporkan
Riski
18/04/2010
Kopi Luwak memang rasa dan aromanya sangat khas. kalau pingin bikin sendiri dan menikmati kopi Luwak sewaktu2 di rumah, untuk gift atau bahkan untuk melengkapi coffee shop, beli aja kopinya disini, www.aromakopiluwak.wordpress.com
Balas   • Laporkan
Anjasmara
27/03/2010
tuh luwak sekalian suruh pup aj di depan aqis
Balas   • Laporkan
dasrial
15/03/2010
pak SBY doyan juga kopi, ya....
Balas   • Laporkan
umi syahidha
14/03/2010
waduh kopi luwak kan mahal. kok ga mau sih.. buat aku aja deh kopinya.
Balas   • Laporkan
ida zip
14/03/2010
lain kali kasih hadiahnya yang standar ajah.... klo barang terbaik ya buat rakyatnya ajah lah
Balas   • Laporkan
ida zip
14/03/2010
lain kali kasih hadiahnya yang standar ajah.... klo barang terbaik ya buat rakyatnya ajah lah
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ