VIVAnews - Kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, ke Indonesia pada paruh kedua bulan ini bukan sekadar untuk liburan. Kendati membawa serta istri dan kedua putrinya, Obama serius mempersiapkan kunjungan kerja ini, termasuk akan berpidato di depan forum seperti yang dia lakukan di Mesir tahun lalu.
Demikian ungkap juru bicara Gedung Putih, Robert Gibbs, Kamis 11 Maret 2010. Menurut laman The Washington Examiner, seorang wartawan saat itu bertanya apakah Indonesia lebih dianggap sebagai kunjungan wisata ketimbang kunjungan kerja dan diplomasi Obama, seperti yang muncul dalam sejumlah pemberitaan.
Menanggapi pertanyaan itu, Gibbs membantahnya. "Ini bukan serta-merta liburan. Saya belum melihat ada pandangan seperti itu," kata Gibbs.
Dia pun menegaskan bahwa Indonesia merupakan tujuan penting bagi Presiden Obama karena AS memandangnya sebagai negara berpenduduk Muslim terbanyak di dunia. Jadi, kunjungan Obama ke Indonesia tidak untuk berlibur. Obama pun dijadwalkan tidak sekadar bertemu dan berbincang dengan para pejabat penting di Indonesia.
"Presiden akan berpidato seperti yang dia lakukan di Kairo [Mesir]," kata Gibbs merujuk kepada pidato Obama saat itu, yang dipandang sebagai tonggak penting dalam perubahan hubungan antara AS dengan negara-negara Islam.
"Presiden juga akan menghadiri suatu konfrensi demokrasi di Indonesia, dia akan menyoroti anti terorisme. Itulah fokus kunjungan," kata Gibbs.
"Jadi bukan kunjungan karyawisata keluarga?" lanjut seorang wartawan. "Tidak sama sekali," jawab Gibbs. Namun dia belum mengungkapkan tanggal dan berapa lama Obama menyambangi Indonesia, negara yang pernah dia huni semasa kecil.