Dunia

RI Akui Promosi Wisata Malaysia Lebih Maju

Ada kesalahpahaman atas kasus Tari Pendet yang dimasukkan dalam iklan pariwisata Malaysia

Jum'at, 12 Maret 2010, 09:26 WIB
Renne R.A Kawilarang
Tifatul Sembiring (Vivanews/ Tri Saputro)

VIVAnews - Indonesia mengakui ada kesalahpahaman di negeri ini mengenai klaim budaya yang dituduhkan kepada Malaysia. Selain itu, Malaysia dipandang lebih maju dalam mempromosikan pariwisata kendati Indonesia memiliki wilayah yang lebih luas.

Demikian menurut Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring. Dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis malam 11 Maret 2010, bersama Menteri Informasi Malaysia, Rais Yatim, Tifatul mengatakan bahwa ada kesalahpahaman mengenai kasus Tari Pendet yang dimasukkan dalam iklan pariwisata Malaysia.

"Kita lebih banyak salah paham. Tarian itu ada di Discovery Channel, tapi yang kena getah teman-teman dari Malaysia. Kalau kurang akrab, memang ada saja salah paham," kata Tifatul saat diundang bersama Rais menghadiri acara pertunjukan budaya Malaysia di Jakarta.

Tifatul juga mengakui, Malaysia lebih maju dalam hal promosi pariwisata, padahal wilayah Indonesia jauh lebih luas dibanding Malaysia. Selain itu, Rais mengaku bahwa Malaysia tidak ambil pusing soal tuduhan sejumlah pihak di Indonesia bahwa negeri jiran mengklaim beberapa tarian Indonesia sebagai budaya mereka.

Pada masa mendatang, kata Rais, generasi kedua negara perlu bertukar program budaya dengan lebih intensif. "Kami akan coba dengan Kementerian Budaya dan Pariwisata Indonesia, serta Kementerian Penerangan dan Komunikasi untuk menjalankan program-program pertukaran budaya," kata Rais.

Pertunjukan budaya Malaysia ini merupakan pertunjukan kelima dari rangkaian pergelaran budaya negara-negara anggota ASEAN yang diawali dengan pergelaran budaya Indonesia pada 2008. Kali ini, Malaysia mendapat giliran dengan menampilkan beberapa tarian dan musik.

Menurut pengamatan VIVAnews, beberapa tarian dan musik itu - termasuk kostum - sepintas mirip dengan tarian, kostum, dan musik Indonesia.

Misalnya pada tarian etnik dari Sabah dan Sarawak, para penari mengenakan kostum mirip dengan busana adat Dayak. Kemudian pada pertunjukan instrumen musik tradisional, para pemusik memainkan instrumen lagu "Caca Marica (Anak Kambing Saya)".

• VIVAnews
Rating
Komentar
erna
12/03/2010
Salut akan kesadaran dari Bapak Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring bahwa promosi wisata Malaysia lebih maju dari Indonesia. Kenyataaannya, BENAR SEKALI. Saya adalah warga negara Indonesia yang sering berkunjung ke Malaysia dan Thailand
Balas   • Laporkan
erna
12/03/2010
Salut akan kesadaran dari Bapak Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring bahwa promosi wisata Malaysia lebih maju dari Indonesia. Kenyataaannya, BENAR SEKALI. Saya adalah warga negara Indonesia yang sering berkunjung ke Malaysia dan Thailand
Balas   • Laporkan
Erna
12/03/2010
Salut akan kesadaran dari Bapak Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring bahwa promosi wisata Malaysia lebih maju dari Indonesia. Kenyataaannya, BENAR SEKALI. Saya adalah warga negara Indonesia yang sering berkunjung ke Malaysia dan Thailand
Balas   • Laporkan
jhon
12/03/2010
maksudnya apa nih, pura-pura muji malayshit bin dongo itu, pasti pas pulang pak tifatul nyesel bgt atas semua ucapan yang hanya keluar pas diantara malayshit.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ