Dunia

Malaysia Tak Peduli Tuduhan Contek Budaya

Generasi kedua negara perlu bertukar program budaya dengan lebih intensif

Jum'at, 12 Maret 2010, 09:05 WIB
Renne R.A Kawilarang, Harriska Farida Adiati
Menteri Malaysia, Rais Yatim (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews -  Malaysia tidak ambil pusing soal tuduhan sejumlah pihak di Indonesia bahwa negeri jiran mengklaim beberapa tarian Indonesia sebagai budaya mereka. Bahkan, Malaysia mendorong pertukaran program budaya yang lebih intensif dengan Indonesia.

Demikian menurut Menteri Informasi, Komunikasi, dan Kebudayaan Malaysia, Rais Yatim, sebelum acara pertunjukan budaya Malaysia digelar di Jakarta, Kamis malam 11 Maret 2010.

"Mereka tidak mengambil nilai-nilai mudarat atau negatifnya, sebab kehidupan ini berjalan dan tiap orang punya perspektif masing-masing, termasuk mengenai cara hidup, berbudaya, maupun bermusik," kata Rais. Rais juga mengundang warga Indonesia untuk berkunjung ke Malaysia dan melihat sendiri cara hidup orang Malaysia.

Menanggapi persoalan klaim budaya beberapa waktu lalu yang gencar diberitakan media-media di Indonesia, Rais mengatakan bahwa tanggung jawab untuk meluruskan persoalan itu setengahnya ada di tangan media.

"Media sebaiknya juga bekerja sama untuk melahirkan budaya positif dan menghindari hal-hal negatif," kata Rais sambil menambahkan bahwa seperti jins yang ada di mana-mana, batik juga ada di Malaysia, India, dan China.

Rais menjelaskan, berdasarkan perbincangannya dengan Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, mereka menganggap sebuah hubungan harus bersifat realistik. "Salah satu dari sifat realistik ini adalah bahwa dalam sejarah, ada yang disebut sebagai migrasi budaya," kata Rais

"Di Malaysia, kita punya orang Jawa, Minang, Bugis, dan banyak lagi. Mereka juga seperti orang Jawa di sini, orang Minang dan Mandailing di Sumatra, ataupun orang Bugis di Sulawesi, sehingga mereka (orang-orang migran) tersebut meneruskan cara hidup mereka sendiri," lanjut Rais.

"Dalam konteks itu, mereka sebenarnya tidak punya konflik apapun. Seperti juga orang Amerika dengan Inggris, mereka punya kemiripan satu sama lain," lanjutnya.

Pada masa mendatang, kata Rais, generasi kedua negara perlu bertukar program budaya dengan lebih intensif. "Kami akan coba dengan Kementerian Budaya dan Pariwisata Indonesia, serta Kementerian Penerangan dan Komunikasi untuk menjalankan program-program pertukaran budaya," kata Rais.

"Jadi pada pekan pertama bulan Mei tahun ini, Menteri Tifatul akan ke Kuala Lumpur dan kita akan menyempurnakan sidang musyawarah yaitu JCIM (Join Committee Indonesia-Malaysia) yang telah menjadi tradisi perundingan kedua negara," tambahnya.

Sedangkan Tifatul mengatakan bahwa ada kesalahpahaman mengenai kasus Tari Pendet yang dimasukkan dalam iklan pariwisata Malaysia. "Kita lebih banyak salah paham. Tarian itu ada di Discovery Channel, tapi yang kena getah teman-teman dari Malaysia. Kalau kurang akrab, memang ada saja salah paham," katanya.

 

• VIVAnews
Rating
Komentar
riendhang
17/08/2010
umi@ km tu ngerti apa sih..dangdut kamu blng jiblak india,qosidah km blng jiplak arab...pinternya km ngomong gitu jelas2 ngak samalah....... untuk pak rais ya memang budaya itu boleh berkembang dimana z termasuk di negeri anda....tp bukan berarti trus ny
Balas   • Laporkan
Cak_Ndomblong
17/08/2010
jgn mau ada pertukaran bdaya sgl, krn plg2 mrk cari jln utk mencontek budaya kt. dan apa pl yg kt dpt dr mrk? klo sm thailand, jpg atau ngr lain yg berbudaya tg sih oke2 sja. bgmnpun MALING ttp jd MALING, plg2 berganti bulu : MUSANG coba BERBULU DOMBA
Balas   • Laporkan
Mee Okky Ahmad
25/06/2010
Good ! MALINGSIA !!! hehehehe .. ADUH ,,,, NEGERI MALAYSIA .. mau jadi apa GENERASI NEGERI KALIAN ??? Wong, Petinggi - petinggi NEGERInya saja MENGKLAIM KIRI KANAN ATAS KESENIAN DAN KEBUDAYAAN KAMI. Duh duh duh ... NEGERI ISLAM tapi BUKAN MAIN PORAK PORAN
Balas   • Laporkan
Mee Okky Ahmad
25/06/2010
Good ! MALINGSIA !!! hehehehe .. ADUH ,,,, NEGERI MALAYSIA .. mau jadi apa GENERASI NEGERI KALIAN ??? Wong, Petinggi - petinggi NEGERInya saja MENGKLAIM KIRI KANAN ATAS KESENIAN DAN KEBUDAYAAN KAMI. Duh duh duh ... NEGERI ISLAM tapi BUKAN MAIN PORAK PORA
Balas   • Laporkan
nn
24/03/2010
Mungkin sebenernya ada hikmahnya juga kebudayaan Indonesia dicontek Malaysia...paling ngga, orang2 Indonesia jadi tau gimana yang namanya Reog, gimana sih bentuk tari pendet itu, atau mengingatkan kalo lagu 'rasa sayange' itu masih ada...
Balas   • Laporkan
mei lan
12/03/2010
Aduh kok bisa ya seorang mentri punya tanggapan seperti itu, apa tidak malu???????? semoga Maling-sia..............sia............sia....
Balas   • Laporkan
eka
12/03/2010
Malaysia adalah negara tak berbudaya Malaysia adalah negara tak bermoral Malaysia adalah negara tak berperikemanusiaan karena Malaysia sekutu Amerika yang tidak pernah senang menyaksikan negara lain dapat berkembang.... dengan segala cara mereka berupaya
Balas   • Laporkan
umi
12/03/2010
Sebenarnya ga usah di gede-gedein. Malaysia nyontek kita karena memang Malaysia itu sama dengan Riau di Indonesia.Orang Indonesia juga nyontek Malaysia. Buktinya lagu " Madu 3" yang dinyanyikan Ahmad Dani ( Dewa 19 ) itu nyontek lagu "Madu 3" yang di nya
Balas   • Laporkan
umi
12/03/2010
Orang Indonesia juga banyak yang nyontek negeri lain. Lagu dangdut itu nyontek INDIA. lagu kasidahan nyontek ARAB. Udah lu pada diam. ga usah ribut.
Balas   • Laporkan
umi
12/03/2010
Orang Indonesia juga banyak yang nyontek negeri lain. Lagu dangdut itu nyontek INDIA. lagu kasidahan nyontek ARAB. Udah lu pada diam. ga usah ribut.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ