Dunia

Purbaya: Harga Minyak Sulit Tembus US$ 100

Level minyak di kisaran US$ 80 per barel diperkirakan menjadi harga kestabilan 2010.

Kamis, 11 Maret 2010, 15:51 WIB
Arinto Tri Wibowo, Agus Dwi Darmawan
Purbaya Yudhi Sadewa (istimewa (vivanews))

VIVAnews - Harga minyak mentah untuk perdagangan Asia sudah menembus di atas level US$ 80 per barel.

Meski hari ini, Kamis 11 Maret 2010, harga minyak sudah turun dibanding kemarin yang mencapai US$ 82 per barel, harga untuk kontrak April mencapai US$ 81,58 per barel.

Sementara itu, pada transaksi di New York, Kamis dini hari, harga minyak menguat 60 sen menjadi US$ 82,09 per barel.

Ekonom Danareksa Research Institute Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, level minyak di kisaran US$ 80 per barel diperkirakan menjadi harga kestabilan sepanjang 2010.

"Kemungkinannya kecil harga minyak tembus lagi ke level US$ 100 per barel," ujar Purbaya di kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Kamis 11 Maret 2010.

Purbaya meyakini harga minyak akan stabil. Karena bila ekonomi bertumbuh, pasar saham juga akan bergairah. Akibatnya spekulator yang sebelumnya bermain di pasar komoditas akan berpindah ke pasar saham.

Kondisi itu menjadikan spekulasi untuk mendorong kenaikan harga minyak berkurang.

Berbeda dengan saat krisis 2008, menurut dia, harga minyak menembus level US$ 147 per barel. Hal itu karena dipicu oleh dampak resesi, sehingga saat pasar saham rontok, banyak investor yang berspekulasi di pasar komoditas.

"Sekarang ketika global ekonomi membaik, semua keadaan berbalik," ujar dia.

arinto.wibowo@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ