VIVAnews - Kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Gedung Parlemen Australia, Rabu 10 Maret 2010, rupanya sempat membuat rukun dua kubu yang selama ini berseteru, yaitu kubu politisi Partai Buruh yang tengah memimpin pemerintahan dengan kubu oposisi pimpinan Partai Liberal.
Kerukunan dua kubu di parlemen itu setidaknya berjalan untuk sementara, selama mereka menyambut tamu khusus dari Indonesia itu. Menurut pantauan wartawan ANTV-VIVAnews, Uni Z. Lubis, dukungan juga nampak dari semua anggota parlemen yang merespon baik pidato Yudhoyono.
Kebetulan Yudhoyono merupakan kepala negara asing pertama yang berpidato di parlemen sejak Australia dipimpin oleh Perdana Menteri Kevin Rudd akhir 2007. Tak heran, acara di parlemen pun berjalan lancar.
Padahal, biasanya televisi dan media menyiarkan debat keras antara kedua pihak, yang melibatkan Rudd dan menteri-menterinya dari Partai Buruh serta Abbott dan pendukungnya dari koalisi Liberal.
Seru juga perdebatannya, meski tidak sampai baku pukul seperti di sidang paripurna DPR kita. "Terima kasih kepada semua anggota DPR maupun senator yang hadir karena sudah mengikuti acara ini dan bersikap sopan," kata Harry Jenkins, ketua DPR Australia, seraya menutup acara. Anggota parlemen pun bertepuk tangan panjang.
Sebagai pemimpin oposisi, Abbott pun merasakan suasana yang akur dengan Rudd. "Belum pernah saya merasakan semangat yang sama dengan PM Rudd. Dalam hal kerjasama dengan Indonesia dan kepemimpinan Presiden Yudhoyono, saya sepaham dengan PM Rudd," kata Abbott, yang disambut tawa hadirin.
Belakangan, popularitas Abbott menanjak. Dia mengkritisi setiap program yang diperjuangkan pemerintahan Rudd, termasuk soal proposal kesehatan, perubahan iklim dan jaminan bagi ibu yang melahirkan anak.
Yudhoyono dalam pidatonya berterima kasih atas pujian Abbott. "Saya senang ada hal yang bisa membuat PM Rudd dan pemimpin oposisi Tony Abbott sepakat," kata Yudhoyono.
Tapi saya tidak bertanggungjawab atas apa yang terjadi diantara keduanya setelah saya meninggalkan tempat ini," canda Yudhoyono yang disambut gelak tawa hadirin. Rudd dan Abbott tampak senyum simpul mendengarnya.
Memang benar SBY cukup tersohor di dunia internasional karena prestasinya dan abdinya kepada negara.cukupla pantas kalau parlemen Australia memberikan apresiasi.,kepada SBY,..tanks
Masalahnya, para anggota parlemen Australia mengerti tatakrama . Kalau di Indonesia kan, yang penting ribut dan protes syukur-syukur diliput media dan dapat waktu diwawancarai di televisi.
ya... anggota dewan kita harus belajar (tp bukan berarti mendukung kunker-kunker yang kadang tidk jelas hasilnya).... presiden dan wakil presiden adalah sebuah lambang kenegaraan.... kalau memang beda pendapat ajukan dan suarakan namun jangan sampai melec
Yup!!! Cayooo SBY....Harumkan nama Indonesia di dunia Internasional. Yg skg menghujat SBY sbnrnya jauh lebih buruk n lebih bodoh dari SBY..Intinya Sirik atas keberhasilan SBY..
Well, it looks SBY has precisely given the sign of the peaceful of the hard debate between the both parties in Australia commonly.
It makes perfectly between both of the parties that have the strongly powerful.
For Kevin Rudd, it will be good effect for
every human being has strengths and weaknesses of each individual but you have to prove the perfection of man as the most perfect human beings through the best work you ... go ahead and give the best lesson for me .. thanks
SBY dihargai karena sebagai kepala negara Indonesia, bukan sebagai pribadi. Andaikan kepala negaranya genderewo pun mereka juga menghargai. Dan itulah etika bernegara. Nah SBY malah sangat mengerti bahwa sikap itu adalah basa basi dalam bungkusan etika po
Presiden harus lancar berbahasa Inggris supaya diplomasi yang dibangun bisa dipahami dengan baik, belum tentu yang sekarang menghujat bisa sepintar SBY.