Dunia

Stok BBM di AS Turun, Minyak Tembus $82/barel

Menurut survei mingguan, stok BBM di AS menurun jauh lebih besar dari perkiraan

Kamis, 11 Maret 2010, 07:42 WIB
Renne R.A Kawilarang
Reaksi para pialang di New York melihat pergerakan harga minyak (AP Photo/Mary Altaffer)

VIVAnews - Harga minyak mentah di bursa New York kini mampu bertengger di level US$82/barel setelah muncul data meningkatnya permintaan bahan bakar minyak (BBM) di Amerika Serikat (AS) walau persediaan minyak mentah terus bertambah.

Menurut laman harian The Wall Street Journal, berdasarkan transaksi Rabu sore waktu New York (Kamis dini hari WIB), harga minyak light sweet untuk kontrak April naik 60 sen (0,7 persen) menjadi US$82,09/barel. Ini merupakan rekor tertinggi sejak 11 Januari lalu. Di bursa London, harga minyak Brent naik 41 sen (0,5 persen) menjadi US$80,32/barel.

Di lantai bursa, harga minyak naik pesat setelah survei mingguan dari Departemen Energi AS (EIA) mengungkapkan penurunan stok BBM jauh lebih besar dari perkiraan. Naiknya persediaan minyak mentah pun tidak sebesar yang diproyeksikan sebelumnya.

Menurut EIA, stok minyak mentah hanya naik 1,4 juta barel. Namun, stok bensin turun 2,9 juta barel, sementara proyeksi pengamat justru memperkirakan kenaikan 100.000 barel. Begitu pula dengan persediaan minyak hasil penyulingan, turun 2,2 juga barel - jauh lebih besar dari proyeksi, yaitu 700.000 barel.

"Kita mulai melihat bahwa tingkat persediaan, yang cukup melimpah selama krisis ekonomi, kini mulai berkurang," kata Mike Zarembski, pengamat dari OptionsXpress di Chicago kepada The Wall Street Journal. "Perekonomian pun mulai bangkit," lanjut Zarembski.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ