VIVAnews - Otoritas Amerika Serikat mendakwa seorang perempuan dari Philadelphia, AS, dengan tuduhan merekrut pejuang-pejuang jihad melalui internet dan berkonspirasi untuk membunuh seorang seniman di Swedia, Selasa 9 Maret 2010.
Dakwaan Federal menyebutkan bahwa perempuan bernama Colleen R LaRose tersebut, yang memiliki nama online JihadJane dan Fatima LaRose, setuju untuk membunuh warga Swedia tersebut berdasarkan perintah dari teroris tanpa nama, dan bertolak ke Eropa untuk melaksanakan rencana pembunuhan tersebut. Tidak dijelaskan apakah warga Swedia tersebut dibunuh, tetapi LaRose tidak dikenakan dakwaan pembunuhan.
Juru bicara Departemen Kehakiman AS tidak memberikan konfirmasi apakah kasus ini terkait dengan sejumlah orang yang ditangkap di Irlandia kemarin karena dicurigai merencanakan sesuatu terhadap kartunis Swedia, Lars Vilks. Vilks adalah seniman yang melukiskan Nabi Muhammad dengan tubuh anjing.
Namun seorang pejabat AS yang tidak menyebutkan namanya, mengatakan bahwa LaRose menjadikan kartunis Swedia tersebut sebagai target. Dia juga melakukan diskusi online untuk membicarakan rencananya terhadap setidaknya satu tersangka yang ditangkap di Irlandia.
LaRose yang berambut pirang dan bermata biru ini dalam perbincangan online tersebut mengatakan bahwa penampilannya tersebut akan membantunya bergerak bebas di Swedia untuk melaksanakan serangan itu.
Dalam pesan online pada Februari 2009 yang ditujukan pada seorang konspirator di Asia selatan tersebut, LaRose mengatakan, penampilan fisiknya akan membuatnya membaur dengan banyak orang. "Penampilan saya bisa membantu dalam mencapai apa yang ada di hati saya," kata LaRose dalam pesan online seperti yang tertulis dalam dakwaan.
LaRose adalah seorang mualaf yang aktif merekrut orang lain untuk ikut memeluk Islam. Pesan-pesan online mengungkapkan kerelaannya untuk menjadi seorang martir dan ketidaksabarannya untuk segera bertindak. (AP)