VIVAnews - Cuaca cerah di ibukota Australia, Canberra, sejak pagi ini bakal menghangatkan hari kedua kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pada hari ini Yudhoyono akan memberi pidato bersejarah di depan para anggota parlemen Australia, tepatnya pukul 14.00 setempat atau pukul 10.00 WIB.
Sebelum berpidato, Yudhoyono dan Perdana Menteri (PM) Australia, Kevin Rudd, akan melakukan jumpa pers bersama dan menghadiri jamuan makan kenegaraan yang diadakan di Gedung Parlemen.
Wartawan ANTV - VIVAnews di Australia, Uni Z. Lubis, mengungkapkan bahwa Yuhoyono merupakan kepala negara asing pertama yang diundang berpidato di Parlemen Australia di era kepemimpinan PM Rudd.
Yudhoyono melakukan kunjungan ke Australia sejak Senin hingga Kamis, 11 Maret 2010. Sehari sebelumnya, Yudhoyono menerima penghargaan tertinggi dari Gubernur Jenderal Australia atas jasanya mempererat hubungan kedua negara.
Bahkan oleh PM Rudd, Yudhoyono pun disebut sebagai sahabat sejati Australia. Kendati disambut baik pemerintah setempat, dua isu kontroversial "menghantui" Presiden Yudhoyono dalam kunjungan kali ini.
Selain kontroversi soal imigran gelap (people smuggling) dari Srilanka yang masih ditampung di perairan Tanjung Pinang dan Merak, juga kembali disorot kasus Balibo, yakni tewasnya 5 wartawan Australia di Timor Timur tahun 1975. Australia menuduh prajurit Kopassus saat itu terlibat dalam penembakan tersebut.