Dunia

Indeks Saham di Asia Cenderung Stagnan

Para investor di Asia tampak menyesuaikan kembali ekspektasi mereka atas situasi ekonomi

Selasa, 9 Maret 2010, 15:00 WIB
Renne R.A Kawilarang
Seorang fotografer mengambil gambar di depan grafik indeks saham di Korsel (AP Photo/Ahn Young-joon)

VIVAnews - Para investor saham di Asia menunjukkan reaksi beragam dalam menanggapi perkembangan ekonomi regional dan global. Itulah sebabnya ada bursa yang indeksnya menguat, namun ada pula yang mengalami penurunan indeks walaupun tidak signifikan saat transaksi Selasa ditutup.

Indeks Nikkei 225 di Jepang melemah 3,92 poin menjadi 10.582.00 dan indeks Kospi di Korea Selatan turun 0,1 persen menjadi 1.657,81. Begitu pula dengan indeks harga saham di bursa India dan Thailand.

Sebaliknya, indeks Hang Seng di Hong Kong menguat 0,2 persen menjadi 21.236,53. Kenaikan indeks harga saham juga melanda China dan Australia, masing-masing sebesar 0,5 persen dan 0,2 persen.

Padahal, sehari sebelumnya, para pelaku pasar saham di Asia kompak bersikap antusias atas terhentinya laju tingkat pengangguran di Amerika Serikat (AS), seperti yang diumumkan Jumat pekan lalu. Komitmen Uni Eropa membantu Yunani mengatasi krisis utang dan rencana China memperpanjang program stimulus juga disambut gembira di awal pekan.

Namun, pada perdagangan hari ini, para investor di Asia tampak menyesuaikan kembali ekspektasi mereka atas situasi ekonomi dan kebijakan-kebijakan pemerintah. "Kita masih bisa kembali ke posisi rentan, namun secara bertahap pelaku pasar mulai kian percaya diri," kata Henry Chan, pengamat dari Baring Asset Management.

Dalam perdagangan valuta, kurs dolar atas yen dari 90,28 yen menjadi 89,98 yen. Namun dolar menguat euro, dari US$1,3631 menjadi US$1,3610 per euro. (Associated Press)

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ