Dunia

Laju Pengangguran Terhenti, Saham Asia Naik

Para investor di Asia turut antusias atas terhentinya laju tingkat pengangguran di AS

Senin, 8 Maret 2010, 14:53 WIB
Renne R.A Kawilarang
Seorang pialang memakai kostum tradisional di Bursa Saham Tokyo (AP Photo/Katsumi Kasahara)

VIVAnews - Indeks harga saham di sejumlah bursa utama di Asia ramai-ramai naik pada penutupan transaksi di awal pekan ini. Para investor tampak masih antusias atas laporan pengangguran di AS Jumat pekan lalu.

Indeks Nikkei 225 di bursa Jepang naik 174,93 poin (1,7 persen) menjadi 10.543,89 dan indeks Hang Seng di Hong Kong menguat 398,12 poin (1,9 persen) menjadi 21.186,09.

Kenaikan juga melanda indeks Kospi di Korea Selatan, sebanyak 1,5 persen menjadi 1.658,45. Bursa di Australia, China dan India pun mengalami penguatan indeks, masing-masing sebanyak 0,9 persen, 0,8 persen, dan 0,9 persen.

Menurut pengamat, para investor di Asia turut antusias dengan laporan bulanan tingkat pengangguran di AS. Laporan itu baru diumumkan Jumat pagi pekan lalu waktu AS, atau Jumat malam waktu Asia saat bursa-bursa di kawasan itu telah memasuki libur akhir pekan.

Berdasarkan laporan bulanan dari Departemen Tenaga Kerja AS pekan lalu, tingkat pengangguran selama Februari 2010 tidak naik, tetap di level 9,7 persen. Selain itu, jumlah PHK bulan lalu hanya 36.000 kasus - lebih sedikit dari prediksi para ekonom, yaitu sebanyak 50.000 kasus.

Kendati masih naik dari data Januari (26.000 kasus), angka bulan lalu menandakan bahwa pasar tenaga kerja, yang menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi, mulai berkembang. Buktinya, laju tingkat pengangguran bulan lalu berhasil direm.  

"Lapangan kerja kini kian mendekat ke tahap stabil, meski baru terjadi delapan bulan setelah resesi sehingga sulit untuk dirayakan," demikian laporan tim peneliti dari Capital Economics.
 
Para investor pun antusias dengan janji Presiden Prancis, Nicolas Sarkozy, bahwa sesama negara-negara Eropa segera membantu Yunani mengatasi krisis utang, yang telah mengganggu tingkat kepercayaan atas euro - yang dipakai oleh 16 negara Uni Eropa.

Di perdagangan valuta, kurs dolar atas yen turun dari 90,44 yen menjadi 90,40 yen per dolar. Dolar atas euro pun melemah dari US$1,3629 menjadi US$1,3684 per euro. (Associated Press)

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ