Dunia

Teroris Amerika Ini Jadi Petunjuk Berharga

Adam Gadahn bisa menjadi petunjuk berharga untuk mengetahui keberadaan Osama bin Laden

Senin, 8 Maret 2010, 07:53 WIB
Renne R.A Kawilarang
Adam Gadahn (AP Photo/IntelCenter)

VIVAnews - Pakistan mengklaim berhasil menangkap seorang anggota jaringan teroris al-Qaida (al-Qaeda) asal Amerika Serikat (AS), Adam Gadahn, Minggu 7 Maret 2010. Bila terbukti benar, ini merupakan penangkapan besar mengingat Gadahn dikenal sebagai juru bicara al-Qaida yang sering tampil di rekaman video dengan membawa pesan yang mengancam negara-negara Barat, khususnya AS.

Kalangan pejabat pertahanan, intelijen, dan penegak hukum AS belum segera memastikan apakah orang yang ditangkap Pakistan adalah Gadahn, pria berusia 31 tahun. "Bila benar dia, ini merupakan penangkapan besar sekaligus pengangkat moral," kata Patrick Rowan, mantan pejabat anti terorisme Departemen Kehakiman AS semasa kepresidenan George W. Bush. 

Laporan penangkapan Gadahn mengikuti kabar ditahannya sejumlah petinggi milisi Taliban - yang bersekutu dengan al-Qaida - di Karachi, termasuk pemimpin nomor dua. Penangkapan-penangkapan itu menandakan bahwa Pakistan telah bersungguh-sungguh bekerjasama dengan AS dalam kerjasama anti terorisme.

"Ini merupakan pukulan bagi al-Qaida dan pengangkat semangat bagi AS saat seseorang yang telah mengancam AS selama bertahuan-tahun telah ditangkap," kata Rowan.

Menurut Rowan, bila orang yang ditangkap benar-benar Gadahn, maka dia bisa menjadi petunjuk berharga untuk mengetahui keberadaan gembong al-Qaida, Osama bin Laden dan wakilnya, Ayman al-Zawahiri.

Gadahn merupakan orang Amerika pertama yang dikenakan dakwaan penghianatan di AS dalam lebih dari 50 tahun terakhir. Melalui sejumlah rekaman video, Gadahn melontarkan pernyataan yang bernada mengancam dan menghina AS. Dalam rekaman terbaru yang ditayangkan Minggu, Gadahn mendesak warga Muslim Amerika untuk menyerang negara mereka sendiri.

Gadahn masuk dalam daftar buronan Badan Penyelidik Federal (FBI) sejak 2004. Bahkan aparat hukum di AS menawarkan imbalan US$1 juta bila ada yang mengetahui keberadaan Gadahn.

Dia telah didakwa melakukan penghianatan pada 2006 dan terancam hukuman mati bila terbukti bersalah di pengadilan. Pria kelahiran California itu juga didakwa memberi bantuan materi kepada suatu organisasi teroris asing.  

Setelah pindah agama dan hijrah ke Pakistan pada 1998, Adam diketahui memiliki nama lain, diantaranya Yahya Majadin Adams dan Azzam al-Amriki. Menurut FBI, pada 2004 Gadahn mengikuti pelatihan di kamp al-Qaida dan berfungsi sebagai penerjemah dan konsultan. (Associated Press)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ