VIVAnews - Indeks harga saham di sejumlah bursa utama Asia tergelincir di akhir transaksi Kamis, 4 Maret 2010, mengikuti lesunya perdagangan di Wall Street. Para investor di Asia turut resah dengan proyeksi dari Bank Sentral (The Fed) bahwa pemulihan ekonomi di Amerika Serikat (AS) akan berlangsung lambat.
Indeks Nikkei 225 di Jepang turun 97,88 poin (1 persen) menjadi 10.155,26. Indeks Hang Seng di Hong Kong melemah 110,54 poin (0,5 persen) menjadi 20.766,25. Begitu pula dengan indeks di bursa Korea Selatan, China, India, dan Taiwan.
Ini merupakan penurunan pertama bagi bursa-bursa di Asia setelah empat hari mengalami reli indeks saham. Para investor Asia rupanya turut bereaksi negatif setelah mendengar laporan The Fed bahwa pemulihan ekonomi di AS tidaklah sepesat yang diharapkan sehingga akan berjalan lambat.
John Mar dari Daiwa capital Markets di Hong Kong menilai bahwa penurunan indeks itu menandakan bahwa para investor masih bersikap waspada. "Ketidakpastian di pasar masih terasa. Sentimen investor masih belum mantap dan masih bisa terjadi penurunan lebih rendah dalam jangka pendek," kata Mar.
Sementara itu, kurs dolar atas yen stagnan di posisi 88,46 yen. Namun, atas euro, kurs dolar menguat dari US$1,3693 menjadi US$1,3673 per euro. (Associated Press)