Dunia

30 Tewas dalam Tiga Bom Bunuh Diri di Irak

Pengebom bunuh diri menyerang tiga tempat di kota Baqouba, Irak.

Rabu, 3 Maret 2010, 18:39 WIB
Eka Puspasari, Harriska Farida Adiati
Situasi Setelah Bom Meledak di Kota Baqouba (Associated Press)

VIVAnews - Tiga ledakan bom bunuh diri terjadi di kota Baqouba, Irak, Rabu, 3 Maret 2010, menyebabkan sedikitnya 30 orang tewas dan melukai 48 orang. Ledakan yang paling banyak memakan korban dalam beberapa pekan terakhir di Irak ini terjadi menjelang pemilihan umum (pemilu) yang akan digelar pada Minggu, 7 Maret 2010.

Pemilu digelar untuk menentukan siapa yang akan memegang kendali saat pasukan Amerika Serikat (AS) keluar dari Irak, dan membantu menentukan kemampuan Irak dalam mengatasi konflik sektarian sejak invasi AS tujuh tahun lalu.

AS dan pemerintah Irak telah berulang kali memperingatkan bahwa kelompok pemberontak diduga akan melakukan serangan-serangan seperti itu untuk mengganggu jalannya pemilu. Juru bicara kepolisian ibukota Provinsi Diyala tersebut, Kapten Ghalib al-Karkhi, mengatakan, tiga ledakan tersebut terjadi beruntun dan sangat cepat di kota yang terletak 60 kilometer timur laut Baghdad.

Pertama, satu bom mobil meledak dengan sasaran sebuah kantor pemerintahan setempat, dekat dengan fasilitas militer Irak. Dalam hitungan menit, pengebom bunuh diri lain mengemudikan kendaraan dan menabrakkan diri ke markas besar dewan provinsi.

Sedangkan pengebom ketiga, dengan mengenakan rompi berisi bahan peledak, menumpang dalam sebuah ambulan bersama korban luka ke rumah sakit saat tim penyelamat dan para korban dari dua ledakan sebelumnya menghambur masuk ke dalam rumah sakit.

Ledakan ketiga di rumah sakit tersebut lebih banyak memakan korban daripada dua ledakan pertama. Polisi kemudian berhasil menjinakkan bom mobil keempat yang berjarak sekitar 200 meter dari rumah sakit.

Baqouba merupakan kota yang dihuni kelompok muslim Sunni dan Syiah. Baik kota Baqouba maupun Provinsi Diyala merupakan markas pemberontak meski sejak puncak serangan 2006 dan 2007, kelompok pemberontak di wilayah tersebut berhenti melakukan serangan hingga hari ini.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ