VIVAnews - Indeks harga saham di sejumlah bursa utama Asia bergerak naik di tengah meningkat harapan para investor mengenai adanya solusi atas krisis utang di Yunani.
Di akhir transaksi Rabu, indeks Nikkei 225 naik 31,30 poin (0,3 persen) menjadi 10.253,14. Indeks Kospi di Korea Selatan (Korsel) menguat 0,5 persen menjadi 1.622,44. Begitu pula dengan indeks Hang Seng di Hong Kong, naik 0,3 persen menjadi 20.968,52.
Indeks harga saham di Australia juga menguat 0,7 persen berkat laporan bahwa ekonomi daerah di Negeri Kanguru itu mencapai peningkatan terbesar dalam hampir dua tahun terakhir. Ini menjadi pertanda bahwa Australia telah keluar dari tahap terburuk krisis global.
Indeks di India dan China juga naik, masing-masing 0,9 dan 0,8 persen.
Sama seperti di Wall Street, para investor dari Asia juga menunggu perkembangan lanjut penyelesaian krisis utang Yunani, yang bisa menyebar ke negara-negara lain bila tidak segera ditanggulangi.
Perdana Menteri Yunani pada Rabu malam waktu setempat akan mengumumkan pemotongan anggaran lebih besar, sebagai salah satu upaya mengatasi masalah utang. Bila keputusan itu memuaskan, maka bisa membuka jalan datangnya bantuan dari sesama negara Eropa. Pemimpin Yunani dan Jerman - sebagai ekonomi terbesar di Eropa - Jumat pekan ini dijadwalkan bertemu untuk membahas bantuan.
Para investor di Asia pun menyambut baik sejumlah kabar yang muncul dari Wall Street dini hari tadi mengenai pembelian kembali saham (buyback) oleh Qualcomm dan rencana akuisisi perusahaan terkemuka di sektor produk pertanian.
Namun menurut pengamat dari Standard & Poor's di Singapura, Lorraine Tan, pasar-pasar di Asia masih menunjukkan kenaikan indeks yang rendah sejak awal tahun ini. "Mengingat besarnya laju kenaikan [indeks] tahun lalu, kami memperkirakan situasi yang tidak menentu tahun ini," kata Tan. "Ini akan menjadi tahun yang lumayan rentan," lanjut dia.
Sementara itu, di pasar valuta, kurs dolar atas yen menguat dari 88,80 yen menjadi 88,87 yen. Sebaliknya, dolar melemah atas euro, yaitu dari 1,3615 menjadi 1,3627. (Associated Press)