Dunia

Saham di Wall Street Lanjutkan Reli

Kabar akuisisi dan buyback saham di sektor korporat meningkatkan antusiasme para investor

Rabu, 3 Maret 2010, 07:34 WIB
Renne R.A Kawilarang
  (AP Photo/Richard Drew)

VIVAnews - Indeks-indeks harga saham di bursa Wall Street berhasil mempertahankan reli (kenaikan panjang) di tengah bertambahnya perusahaan yang berani melakukan akuisisi (takeover) atau melakukan pembelian kembali (buyback) sahamnya. Namun kenaikan indeks tidak terasa signifikan.

Di akhir transaksi Rabu sore waktu New York, indeks harga saham industri Dow Jones naik 2,19 poin (kurang dari 0,1 persen) menjadi 10.405,98. Indeks Standard & Poor's 500 naik 2,60 poin (0,2 persen) menjadi 1.118,31. Begitu pula dengan indeks komposit Nasdaq, menguat 7,22 poin (0,3 persen) menjadi 2.280,79.

Dalam dua hari terakhir para investor antusias menyikap sejumlah kabar akuisisi dan pembelian saham korporat. Kini, perusahaan teknologi Qualcomm berencana melakukan buyback saham senilai US$3 miliar sekaligus menaikkan dividen sebesar 12 persen.  

Dalam isu akuisisi, CF Industries membuat tawaran baru untuk membeli produsen pupuk Terra Industries, yang bulan lalu sepakat untuk melepas saham mereka ke mitra asal Norwegia, Yara, senilai US$4,1 miliar. Dow Chemical Co. menjual produsen plastik Styron kepada Bain capital senilai US$1,63 miliar.

Bagi para investor, kabar buyback dari Qualcomm dan sejumlah rencana akuisisi itu memperkuat keyakinan investor bahwa para pelaku ekonomi global dari sektor korporat kian pulih dari krisis. 

Para investor di bursa Wall Street pun mendapat sejumlah laporan positif dari ekonomi manca negara. Di India, sektor manufaktur selama Januari lalu meningkat untuk tiga bulan berturut-turut dan tingkat pesanan baru mencapai rekor tertinggi dalam 18 bulan terakhir.

Sedangkan di Jepang, tingkat pengangguran selama Januari lalu turun dan ini merupakan penurunan dalam dua bulan berturut-turut. Tingkat belanja rumah tangga di Jepang pun naik. Para investor kini juga menunggu realisasi bantuan dari sejumlah negara Eropa kepada tetangga mereka, Yunani, dari krisis utang.

Darell Krasnoff, pengamat dari Bel Air Investment Advisors di Los Angeles, menilai bahwa investor sebenarnya masih resah dalam membaca situasi ekonomi global.

"Masih ada kegelisahan yang besar mengenai keadaan ekonomi global," kata Krasnoff. "Laporan-laporan yang ada masih belum cukup untuk menyalakan kembali semangat untuk menciptakan situasi yang stabil [bear market]," lanjut dia. (Associated Press)

 



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ