Dunia
Ivan Lewis

Pentingnya Membatasi Nuklir Bagi Perdamaian

Pengembangan energi nuklir sipil juga berpotensi meningkatkan bahaya teknologi

Selasa, 2 Maret 2010, 14:04 WIB
Ivan Lewis (VIVAnews/Kedutaan Besar Inggris)

VIVAnews - Dalam beberapa bulan ke depan kita akan menyaksikan serangkaian peristiwa penting mengenai isu nuklir, termasuk kesepakatan baru antara Amerika Serikat (AS) dan Rusia untuk mengurangi persediaan senjata nuklir.

Komitmen itu akan diwujudkan dalam Pertemuan Keamanan Nuklir yang akan dipimpin Presiden Barack Obama pada bulan April 2010, dan Konferensi Peninjauan atas Perjanjian Pembatasan Nuklir (NPT) pada bulan Mei di tahun yang sama.

Kesempatan-kesempatan ini sangat luar biasa untuk membantu terciptanya sebuah dunia yang lebih aman, lebih stabil, dan lebih sejahtera tanpa senjata nuklir, dimana energi nuklir dapat digunakan untuk membantu memerangi perubahan iklim dan mendorong pembangunan yang berkesinambungan.

Akan tetapi, ancaman-ancaman persenjataan nuklir begitu nyata. Ambisi Korea Utara dan Iran untuk persenjataan nuklir mengancam kestabilan di wilayah mereka dan memicu persaingan persenjataan nuklir. Kedua negara tersebut memang memiliki hak untuk mengembangkan program energi nuklir yang damai.

Namun, selama mereka tidak kekhawatiran kekhawatiran masyarakat internasional mengenai arah program nuklir mereka, maka kedua negara itu akan menghadapi isolasi yang lebih jauh dan sanksi yang lebih berat. Sebagai tambahan, pengembangan energi nuklir sipil akan berpotensi meningkatkan bahaya teknologi dan materi yang sensitif dan resiko untuk jatuh ke tangan yang salah – termasuk terorisme.

Inggris ingin bekerja sama dengan Indonesia dalam menjaga dunia dari ancaman-ancaman tersebut dan mengambil kesempatan-kesempatan ini dengan baik, khususnya dengan cara memperkuat implementasi NPT. Sejak 1970, perjanjian ini telah membantu dunia dalam mencegah penyebaran senjata nuklir, pengurangan nuklir, dan mendorong penggunaan energi nuklir untuk perdamaian.

Konferensi Peninjauan pada bulan Mei memberikan sebuah kunci kesempatan untuk komunitas internasional agar menyepakati sebuah tindakan untuk memperkuat implementasi.

Keberhasilan akan membutuhkan penyelesaian jangka panjang dan komitmen dari semua pihak. Kita harus mengambil kesempatan ini dengan baik dan bergerak dari sebuah dekade yang penuh kebuntuan menuju sebuah dekade yang penuh kemajuan. Indonesia dan Inggris harus bekerja bersama-sama untuk memastikan hal ini terjadi. Keamanan bersama dan masa depan generasi selanjutnya sedang dipertaruhkan.

Sebagai Menteri pemerintah Inggris yang bertanggung jawab untuk kawasan Asia, Timur Tengah dan keamanan internasional, saya akan mengunjungi Jakarta dalam waktu dekat untuk mendikusikan isu-isu penting ini dengan pihak Indonesia.

Inilah kesempatan bagi Anda untuk berbagi pandangan mengenai pengurangan dan pembatasan nuklir dan energi, dan Anda bisa menyampaikan pertanyaan secara langsung kepada saya. Sampaikan opini Anda!


Ivan Lewis adalah Menteri Muda Inggris Urusan Asia, Timur Tengah dan keamanan internasional. Artikel ini dikirim oleh Kedutaan Besar Inggris di Jakarta menjelang kunjungan Lewis ke Indonesia awal Maret 2010

• VIVAnews
Rating
Komentar
indra
01/05/2010
Kesepakatan pengurangan persediaan senjata nuklir yang direncanakan AS dan Rusia harus segera terwujud. Karena ancaman keamanan dunia justru keluar dari kedua negara ini. Negara lain merasa terancam akan nuklir yang dimiliki kedua negara ini khususnya AS
Balas   • Laporkan
masjanto
30/04/2010
Orang inggris itu asal njeplak sajah, omongan menteri inggris geblek itu seharusnya diartikan : Indonesia tidak boleh membangun pembangkit listrik tenaga nuklir, cuma gue dan sekutu gue yang boleh pakai nuklir untuk pembangkit, kalau perlu besok beli list
Balas   • Laporkan
eddy
12/04/2010
saya sangat sepakat dengan teknologi nuklir untuk supply energi di Indonesia. karena kita krisis listrik terus. padahal kita punya SDM yang handal di bidang ini. cuma stigma negatif mengenai nukir terus saja masih diindktrinasi oleh pihak-pihak yang punya
Balas   • Laporkan
andre
30/03/2010
setuju... kebutuhan energi indonesia makin lama makin membesar. Kalo ndak ada cara untuk mengatasi nya. Bisa2 kepulauan nusantara tambah lama byar pret listrik nya. Hemat listrik sih hemat listrik tapi kalo mengganggu perkembangan dan produktifitas ...no
Balas   • Laporkan
luluk morris
24/03/2010
negara barat tidak setuju kalau teknologi nuklir dimiliki negara berkembang...padahal teknologi nuklir brmanfaat banyak buat pengganti cadangan energi tambang yg smakin hbis di exploitasi...klo Indonesia tidak ada pengembangan tenaga nuklir kdepan semakin
Balas   • Laporkan
Adams
12/03/2010
Saya tinggal di Korea Selatan sejak 2 tahun lalu. Satu hal yg saya pelajari dari kuliah 2 tahun itu bahwa Nuklir adalah kekuatan utama Korea untuk bisa bertahan hidup. Dengan nuklir mereka bisa mensuply kebutuhan listrik di kota Seoul saja mungkin lebih d
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ