Dunia

Cile Berupaya Kembali Normal dari Gempa

Penjarahan masih terjadi hingga Senin kemarin di wilayah selatan dan tengah Cile

Selasa, 2 Maret 2010, 13:08 WIB
Renne R.A Kawilarang, Harriska Farida Adiati
Polisi Cile membekuk para penjarah di Kota Concepcion (AP Photo/Ricardo Pasten)

VIVAnews - Jumlah korban tewas akibat gempa 8,8 Skala Richter (SR) yang mengguncang Cile pada Sabtu pekan lalu kini mencapai 723 orang. Badan Penanggulangan Bencana Cile (Onemi), Senin 1 Maret 2010, mengatakan, lebih dari 500 orang terluka dan sedikitnya 19 orang masih belum ditemukan.

Menurut Onemi, sebagian besar kasus kematian akibat gempa berada di wilayah Maule dengan 544 korban tewas. Sedangkan di wilayah Bio Bio, 64 orang tewas, dan 38 korban tewas di ibukota Santiago.

Zona bencana ditetapkan untuk wilayah Maule dan Bio Bio. Kedua wilayah tersebut kini dikendalikan oleh otoritas sipil dan militer. Onemi juga mengatakan, daerah paling parah terkena gempa berada di wilayah selatan dan otoritas mulai mengirimkan bantuan makanan dan peralatan pembangkit listrik.

Tiga kota paling parah terkena gempa adalah Curico, ibukota Provinsi Curico (Maule); Talca, ibukota Provinsi Talca (Maule), dan Concepcion, ibukota Provinsi Concepcion (Bio Bio). Rumah sakit darurat dibangun untuk menampung korban luka. Di wilayah di dekat episentrum gempa, yakni di perairan wilayah Maule, aliran listrik dan telekomunikasi masih terganggu. Air minum dan makanan langka.

Situasi yang berbeda terjadi ibukota Santiago. Saluran listrik dan air tersedia bagi warga. Warga juga bisa menggunakan telepon selular dan fasilitas lain.

Duta Besar Amerika Serikat untuk Cile, Paul Simons, mengatakan, sekitar 90 persen toko di Santiago telah buka. "Santiago kembali ke keadaan normal sangat cepat," kata Thomas seperti dikutip dari laman stasiun televisi CNN.

Sementara itu, penjarahan masih terjadi hingga Senin kemarin di wilayah selatan dan tengah Cile karena ribuan warga masih kekurangan makanan, air, listrik, gas, dan kebutuhan dasar lain. Ribuan personel militer dikerahkan untuk mengatasi penjarahan.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ