VIVAnews - Panchen Lama, gelar bagi tokoh nomor dua terpenting di dalam Budisme Tibet, terpilih menjadi anggota badan penasehat legislatif China, Minggu, 28 Februari 2010.
Panchen Lama, pria berusia 20 tahun bernama asli Gyaltsen Norbu, menjadi pilihan pemerintah China untuk menggantikan Dalai Lama sebagai tokoh Budhisme Tibet.
Panchen Lama secara signifikan memainkan peran politik dalam beberapa tahun terakhir. Dia juga beberapa kali muncul bersama para pemimpin Partai Komunis dan terang-terangan memuji kendali China di Tibet.
Gyaltsen Norbu merupakan salah satu dari 13 nama yang diusulkan dalam National Committee of the Chinese People's Political Consultative Conference (CPPCC).
CPPCC merupakan pertemuan tahunan bagi sekitar 2.200 tokoh bisnis, agama, akademisi, dan selebriti. CPCC memberikan kapasitas berupa saran atau nasehat pada Kongres Rakyat Nasional, badan legislatif China.
Meski didukung oleh pemerintah China, Gyaltsen Norbu tidak diterima oleh sebagian besar rakyat Tibet sebagai Panchen Lama, figur yang memberi saran dan bekerja sama dengan Dalai Lama, pemimpin utama umat Budha Tibet.
Seorang anak bernama Gendun Choekyi Nyima, disebut sebagai reinkarnasi Panchen Lama oleh Dalai Lama pada 1995. Namun sejak saat itu, anak dan keluarganya menghilang tiba-tiba dari tempat tinggalnya di Tibet.
Beberapa tahun belakangan pemerintah China mulai mengangkat tokoh Panchen Lama untuk menghina Dalai Lama yang lari ke India pada 1959. Oleh China, Dalai Lama dianggap sebagai pemberontak.
China mengklaim Tibet sebagai wilayahnya selama berabad-abad meski kebanyakan warga Tibet mengatakan, mereka lebih memilih berdiri sendiri. (AP)