VIVAnews - Para pilot maskapai penerbangan terkemuka di Eropa, Lufthansa, menghentikan sementara mogok kerja, Selasa 23 Februari 2010. Serikat pekerja dan manajemen maskapai penerbangan Jerman tersebut rupanya sepakat kembali bernegosiasi soal kenaikan gaji dan kontrak kerja.
Aksi mogok kerja para pilot selama empat hari itu dimulai sejak Senin, 22 Februari 2010. Namun aksi itu baru bertahan selama 24 jam setelah kedua pihak, melalui proses persidangan dua jam di pengadilan Frankfurt, sepakat menghentikan aksi dan menggelar perundingan baru.
"Kedua pihak setuju bahwa mogok kerja ditunda hingga tanggal 8 Maret," kata juru bicara Lufthansa, Andreas Bartels, seperti dikutip dari laman stasiun televisi al-Jazeera. Bartels mengatakan, para pilot akan kembali bekerja Selasa ini meski akan memerlukan waktu agar operasional bisa kembali ke keadaan normal.
Joerge Handwerg, juru bicara serikat pekerja Vereinigung Cockpit (VC) yang mewakili para pilot mengaku gembira dengan kesepakatan tersebut. "Serikat pekerja senang karena sekarang Lufthansa harus kembali berunding tanpa prasyarat apapun," kata Handwerg.
Penundaan aksi mogok ini bukan akhir kemelut Lufthansa. Pada Senin malam, serikat pekerja untuk kru kabin, UFO, sedang menimbang untuk melakukan mogok kerja dalam beberapa pekan ke depan.
Para calon penumpang di Eropa juga terancam resah karena lima serikat yang mewakili petugas kontrol lalu lintas udara Prancis kemarin mengumumkan mogok kerja selama empat hari, mulai Selasa ini.
Otoritas penerbangan Prancis memerintahkan maskapai penerbangan untuk membatalkan setengah dari total penerbangan di bandara Orly dan seperempat dari total penerbangan di bandara Charles de Gaulle di Paris.
Lebih dari 4.000 pilot Lufthansa melakukan aksi mogok mulai tengah malam Senin kemarin menyusul buntunya negosiasi yang berlangsung akhir pekan lalu. Mereka menuntut pihak manajemen meluluskan kenaikan gaji 6,4 persen dan perpanjangan kontrak kerja bagi para anggota serikat.
Namun, tuntutan itu belum bisa dipenuhi manajemen sehingga membuat para anggota serikat kesal.