VIVAnews - Mulai hari ini, maskapai penerbangan terbesar di Eropa, Lufthansa, menghadapi aksi mogok kerja para pilot. Aksi yang direncanakan berlangsung selama empat hari itu terjadi setelah gagalnya negosiasi menyangkut masalah gaji dan jaminan kerja antara manajemen dan pengurus serikat pilot.
Juru bicara Lufthansa kepada stasiun televisi CNN mengungkapkan bahwa aksi mogok para anggota serikat pilot maskapai asal Jerman itu bakal mengganggu puluhan jadwal penerbangan dengan para maskapai mitra. Selama akhir mogok, Lufthansa telah membatalkan dua pertiga dari total jadwal penerbangan.
Mulai Senin hingga Kamis waktu Jerman, lebih dari 4.000 pilot Lufthansa yang tergabung dalam serikat "Vereinigung Cockpit" mogok kerja menyusul buntunya negosiasi yang berlangsung akhir pekan lalu. Mereka menuntut pihak manajemen meluluskan kenaikan gaji dan perpanjangan kontrak kerja bagi para anggota serikat. Namun, tuntutan itu belum bisa dipenuhi.
Kendati pemogokan mulai berlangsung hari Senin waktu Jerman, para calon penumpang di Bandara Internasional Frankfurt sejak Minggu sudah mulai gelisah.
"(Pemogokan) itu membuat saya marah karena saya baru akan pergi Senin pagi," kata seorang penumpang. "Kini saya harus pergi Minggu malam dan harus pulang lagi besok malam dengan kereta. Ini sangat tidak membuat nyaman," lanjut penumpang yang tidak disebutkan namanya itu kepada CNN.
Pihak manajemen mengakui bahwa aksi mogok kerja para pilot akan "berdampak besar" bagi penerbangan internasional, termasuk rute ke 80 negara. Aksi mogok empat hari itu diperkirakan membuat Lufthansa - salah satu maskapai terbesar di dunia - rugi sebesar US$33 juta per hari.
Para pilot mengaku terpaksa mogok agar kepentingan mereka diperhatikan manajemen. Pasalnya, banyak pilot yang sudah bekerja tanpa perpanjangan kontrak sejak Maret tahun lalu. Demikian kata Jorg Handwerg, pilot yang juga anggota serikat.
Selain itu permintaan serikat agar ada kenaikan gaji 6,4 persen belum diluluskan. Pihak serikat khawatir bahwa kebijakan Lufthansa yang baru-baru membeli sejumlah maskapai regional, seperti BMI dan Austrian Airlines, justru akan mematikan rute-rute yang selama ini dioperasikan oleh para anggota serikat.
Aksi para pilot Lufthansa itu menandakan kian gencarnya protes para pekerja di penjuru Eropa. Bahkan, hari ini juga, para awak kabin maskapai asal Inggris, British Airways, juga bakal menentukan apakah akan menggelar aksi mogok kerja atau tidak.
Selain itu, di Yunani, para pekerja sektor pemerintah dan swasta juga berencana untuk menggelar aksi mogok Rabu mendatang untuk memprotes rencana pemerintah untuk melakukan program penghematan anggaran. Pasalnya, Yunani sedang mengalami krisis utang sehingga perlu dilakukan langkah yang ekstrim.