Dunia

Serangan ke Google Terkait Sekolah di China

Serangan tersebut merupakan bentuk latihan dalam spionase industri.

Sabtu, 20 Februari 2010, 02:15 WIB
Eko Priliawito, Harriska Farida Adiati
Google (AP Photo/Ng Han Guan )

VIVAnews - Serangan terhadap raksasa mesin pencari Google dan sejumlah perusahaan Amerika Serikat (AS) baru-baru ini, dikaitkan dengan keberadaan sebuah sekolah dan universitas di China.

Surat kabar New York Times memberitakan, sekolah dan universitas yang dimaksud memiliki hubungan erat dengan militer China. Sebuah sumber juga mengungkapkan bahwa serangan cyber tersebut telah dimulai beberapa bulan lebih awal sebelum terungkap, kemungkinan April tahun lalu.

Sedangkan Business Week memberitakan, peretas (hacker) yang sama juga membobol sistem perusahaan-perusahaan AS satu setengah tahun lalu.

Sebelumnya, setelah dilacak, serangan-serangan tersebut mengarah ke server di Taiwan, tetapi tidak ada titik terang.

Seperti dikutip dari laman TG Daily, Universitas Jiaotong di Shanghai memiliki jurusan ilmu komputer, salah satu yang terbaik di China. Sedangkan Sekolah Lanxiang Vocational melatih para ilmuwan komputer untuk terjun ke militer.

Dua institusi tersebut menyangkal tuduhan itu. Harian The Guardian mengutip pernyataan dari seorang staf sekolah.

"Siswa-siswa kami adalah anak-anak sekolah menengah, dan kami melatih mereka menggunakan software seperti Photoshop. Kalau murid-murid kami begitu terlatinya sampai bisa meretas Google, lalu buat apa mereka sekolah di sini," kata staf tersebut.

Serangan itu juga bertujuan untuk mencuri rahasia-rahasia dagang dan informasi mengenai aktivis hak asasi manusia. Spekulasi lain yang berkembang adalah bahwa serangan-serangan tersebut merupakan bentuk latihan dalam spionase industri, atau bahwa serangan cyber itu dilakukan dari negara lain.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
labq5
23/02/2010
Dunia adalah tempatnya fitnah. Kedamaian dunia ada dalam kedamaian hati. "Damaikan Hati Kita Dalam Menyikapi Prahara Dunia Ini" Cie....h! :)
Balas   • Laporkan
Alpajri
21/02/2010
Itulah dunia sekarang saling tuduh menuduh, saling tindas menindas, entah kapan kedamaian di dunia ini dapat terwujud
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ