Dunia

Obama Dengar Penjelasan Mandeknya Kasus Munir

Penjelasan itu disampaikan pegiat HAM, Rafendi Djamin, saat bertamu ke Gedung Putih

Jum'at, 19 Februari 2010, 16:03 WIB
Renne R.A Kawilarang
Presiden AS, Barack Obama, saat berpidato di depan teleprompter (AP Photo/Charles Dharapak)

VIVAnews - Sebulan sebelum direncanakan bertolak ke Jakarta, Presiden Barack Obama menerima sejumlah masukan dari pegiat Hak Asasi Manusia (HAM) asal Indonesia. Presiden Amerika Serikat (AS) itu mendapat saran agar memberi perhatian atas kasus pembunuhan aktivis Kontras, Munir, yang masih mandek, dan juga bertemu dengan kalangan pegiat HAM di Indonesia.

Permintaan itu disampaikan Rafendi Djamin, Direktur Eksekutif HRWG (Human Rights Working Groups). Bersama dengan para pegiat HAM dari sejumlah negara, Rafendi diundang ke rumah Obama di Gedung Putih, Kamis pagi waktu Washington DC (malam WIB). Pertemuan yang membahas isu-isu HAM di manca negara itu diorganisir oleh lembaga Freedom House dan Human Rights First.

Demikian ungkap Wakil Direktur Eksekutif HRWG, M.Choirul Anam, dalam pernyataan kepada VIVAnews, Jumat 19 Februari 2010. Menurut Choirul, Rafendi berkesempatan menyampaikan perkembangan kasus Munir kepada Obama. 

"Dia meminta Presiden Obama untuk memberi perhatian terhadap kasus pembunuhan konspirasi tersebut. Hal ini karena pentingnya kasus tersebut bagi demokratisasi, penegakan hukum, reformasi sekor keamanan dan perlindungan HAM di Indonesia," tutur Choirul. 

HRWG sengaja menyampaikan kasus Munir kepada Obama, yang dijadwalkan berkunjung ke Indonesia bersama keluarganya selama beberapa hari pada paruh kedua Maret mendatang. Menurut HRWG, selain pengusutan kasus Munir berjalan mandek, ada indikasi kuat upaya sistematis untuk melemahkan dan mengabaikan penyelesaian kasus pembunuhan politik pertama dalam era Reformasi itu.

Rafendi meminta Obama dalam kunjungan bulan depan bisa membangun kemitraan yang lebih kuat dan baik dengan Indonesia dengan mendorong Reformasi Internal Indonesia, dan kasus Munir menjadi salah satu Indikator keberhasilan reformasi Internal tersebut.

Selain, perhatian kepada kasus Munir, Rafendi juga menyampaikan permintaan agar Obama bisa bertemu dengan Civil Society Indonesia ketika berkunjung ke tanah air. Dari pertemuan itu, Obama bisa mendapatkan informasi berimbang dan mendapatkan substansi yang tepat ketika membangun kemitraan berbasis HAM dan demokrasi dengan Indonesia.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
imertomo
10/03/2010
kalo emang munir gak berguna bagi bangsa, yo mbok jangan dibunuh... semua orang berhak hidup. toh yang munir juga gak pernah membunuh orang, ya tho mas joko?
Balas   • Laporkan
konyol
20/02/2010
ini aktivis2 kerjanya cuma mempermalukan negara sendiri, munir katanya pemberani ya sudah logis nasibnya begini,sudah dia hadang dan tantang, ya mesti nanggung resiko dong kan disebut"pahlawan" mesti mati dulu dong!l lsm jangan mengundang campur tangan a
Balas   • Laporkan
ki darto'ono
20/02/2010
segala sesuatu yang merugikan orang lain , membunuh,menyakiti,mencuri dan sebagainya tidak dibenarkan. kasus munir juga perlu di ungkap akan kenenaran. kita tak perlu menuduh atau siapa yang paling benar, akan tetapi mari kebenaran kita tegakan bersama-sa
Balas   • Laporkan
joko..
19/02/2010
apa sih jasa munir kepada bangsa Indonesia..??? bisanya cuma jual negara dengan memanfaatkan isu HAM yg selalu di besar2kan...darimana sih dana kelompoknya munir cs sampai bisa jln2 pelisir ke luar negeri n hidup dengan kemewahan padahal tidak punya peker
Balas   • Laporkan
jono
19/02/2010
SBY Sewa polisi Dubai ajalah, biar kasus Munir terungkap kayak Mahmoud Al Mabhouh yang dibunuh Mossad. POLRI cemen ngemeng doang si danuri hendarso bembeng itu
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ